
Belitung Timur, 5 Februari 1956
Jabatan
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan
Fraksi
Partai Bulan Bintang (PBB)
Provinsi / Dapil
—
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
1156
Berdasarkan 1.156 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Sangat Meritokratis
Penempatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra sebagai Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan sangat meritokratis. Latar belakang pendidikan hukum tata negara yang mendalam, pengalaman luas di bidang hukum dan pemerintahan, serta jabatan guru besar hukum tata negara sangat relevan dengan posisi yang diemban.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S1 Hukum Tata Negara, S2 Humanities, dan S3 Ph.D relevan dengan posisi Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Pendidikan hukum tata negara memberikan dasar yang kuat untuk memahami sistem hukum dan ketatanegaraan Indonesia.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai Menteri Hukum & Perundang-undangan, Menteri Hukum & HAM, Menteri Sekretaris Negara, dan Guru Besar Hukum Tata Negara sangat relevan. Pengalaman organisasi di Muhammadiyah dan ICMI juga memberikan wawasan yang luas tentang isu-isu sosial dan keagamaan yang berkaitan dengan hukum dan HAM.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Akademisi yang mengkritik pemerintah dilaporkan ke polisi, menimbulkan kontroversi mengenai kebebasan berpendapat
Adanya klaim palsu atau hoaks yang mencatut nama Yusril terkait keabsahan ijazah Presiden Jokowi.
SumberUsulan untuk mengubah regulasi peradilan militer yang melibatkan peran DPR.
SumberYusril meminta agar sidang kasus Andrie Yunus berjalan adil, profesional, dan objektif, serta tidak hanya menjadi formalitas. Yusril juga mengingatkan agar sidang tidak merusak kepercayaan publik.
SumberBeredar video hoaks yang mengklaim Yusril dan Otto Hasibuan melakukan sidak di Rutan Salemba.
SumberPenunjukan tersebut memicu perdebatan keras di dalam partai dan kalangan politik karena dianggap melanggar prosedur tradisional dan menimbulkan tuduhan nepotisme.
SumberPDIP menolak RUU Pemilu yang dianggap sebagai upaya pemerintah mengendalikan proses pemilihan, sementara Menko Yusril membela kebijakan tersebut.
SumberYusril menyoroti risiko penggunaan kecerdasan buatan yang dapat menimbulkan bias dan mengancam hak asasi dalam sistem peradilan.
SumberYusril menyoroti ketidakpatuhan DPR dalam menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap mengganggu tatanan hukum.
SumberBeredar informasi palsu yang mengeklaim Yusril memerintahkan penangkapan dan pembubaran relawan Jokowi yang dianggap membuat gaduh.
SumberDi Atas Rata-rata
Sorotan Media Tinggi
Diliput 143% lebih banyak dari rata-rata anggota Kementerian.
Peringkat
Skor Merit Top 6%
Peringkat #1 dari 16 anggota Kementerian yang sudah dianalisis (skor 85).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
37% dari 212 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Kementerian
Salah satu dari 62 anggota Kementerian yang terindeks.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Babel Insight memuat 13 artikel — paling banyak dari 152 media yang pernah meliput.
Di Atas Rata-rata
Jaringan Luas
Terhubung dengan 15 pejabat lain dalam jaringan kolega.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
1.581
artikel total · 154 bulan tercatat
411
media unik · dari 1.581 artikel
Liputan beragam · top 6%
Top 5 Media
[KLARIFIKASI] Yusril Bantah Pernah Menyatakan "Jangan Salahkan Ormas"
Kompas.com · 4 September 2026
NetralTeks merupakan klarifikasi Yusril yang membantah pernyataan tertentu, bersifat klarifikasi informatif
Menko Yusril Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Buntut Kericuhan 27 Agustus
MetroTVNews.com · 4 September 2026
PositifYusril meminta masyarakat tidak terprovokasi, menunjukkan peran stabilisator dan kepemimpinan bijak
[HOAKS] Yusril Sebut Banyak Pejabat akan Mati jika Hukuman Koruptor Disahkan
jatengprov.go.id · 3 September 2026
NetralTeks merupakan klarifikasi hoaks tentang pernyataan Yusril, bukan penilaian langsung terhadap kinerjanya
Proses Hukum tanpa Pandang Bulu
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
Epaper Media Indonesia · 3 September 2026
NetralTeks hanya berisi judul tanpa konteks langsung tentang tindakan spesifik Yusril