
Jabatan
Anggota DPD RI
Fraksi
Provinsi / Dapil
Papua Barat Daya
Periode
2024-2029
Kontak
agustinus@dpd.go.id
Artikel Terindeks
35
Berdasarkan 35 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Meritokratis
Penempatan Agustinus R. Kambuaya sebagai Anggota DPD RI menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik. Latar belakang pendidikannya di bidang Ilmu Hubungan Internasional dan pengalamannya dalam organisasi kemahasiswaan serta lembaga survei memberikan relevansi terhadap tugas-tugas legislatif dan representasi daerah. Namun, pengalaman kerja yang terbatas sebagai dosen luar biasa menjadi catatan.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Ilmu Hubungan Internasional memberikan dasar yang relevan untuk memahami dinamika sosial-politik dan representasi kepentingan daerah di tingkat nasional. Pemahaman ini berguna dalam merumuskan kebijakan dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.
Pengalaman Relevan
Pengalaman organisasi, terutama sebagai Ketua Umum IKMASOR Yogyakarta dan Sekretaris Umum FKMIT Yogyakarta, menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan koordinasi. Keterlibatan dalam lembaga survei politik juga memberikan pemahaman tentang isu-isu publik dan aspirasi masyarakat. Pengalaman sebagai dosen luar biasa memberikan pengalaman dalam menyampaikan gagasan dan berinteraksi dengan masyarakat.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Menyatakan bahwa sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah mati karena ketimpangan yang terjadi.
SumberMenyentil Presiden agar fokus menjadi juru damai di Papua sebelum mencoba menjadi juru damai untuk konflik Iran atau dunia internasional.
SumberMenilai bahwa Otsus selama 20 tahun tidak memberikan makna signifikan di Papua Barat Daya dan mendesak evaluasi total agar tidak gagal lagi.
SumberAgustinus Kambuaya menyebut sila keadilan sosial dalam Pancasila sudah mati.
SumberAgustinus Kambuaya menyatakan Otsus tidak memberikan makna signifikan dan perlu evaluasi ulang.
SumberAgustinus Kambuaya meminta evaluasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua.
SumberAgustinus Kambuaya menyoroti depopulasi Orang Asli Papua dan meminta penanganan segera.
SumberDua anggota DPD RI menyoroti dan melaporkan bahwa situasi di Papua saat ini sangat membutuhkan perhatian dan keseriusan penuh dari negara.
SumberSlogan keberpihakan yang diusung oleh senator dalam buku Paradoks Indonesia dinilai justru berbanding terbalik dengan realitas atau tindakan yang terjadi.
SumberPeringkat
Skor Merit Top 14%
Peringkat #22 dari 150 anggota DPD yang sudah dianalisis (skor 65).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
88% dari 26 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota DPD
Salah satu dari 150 anggota DPD yang terindeks.
Catatan
Mewakili Papua Barat Daya
65 pejabat publik dari Provinsi Papua Barat Daya terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Kabarbaru.co memuat 6 artikel — paling banyak dari 18 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
69
artikel total · 44 bulan tercatat
26
media unik · dari 69 artikel
Liputan beragam · top 16%
Top 5 Media
Dua Anggota DPD RI Ungkap Laporan Situasi Papua Butuh Keseriusan Negara
Suara Papua · 24 Mei 2026
NetralJudul berita bersifat informatif tanpa menilai kinerja Agustinus R. Kambuaya
Senator ARK Sentil Pemerintah: Urus Kedamaian Papua Dulu Sebelum Jadi Juru Damai Dunia
Teropong News · 23 Maret 2026
PositifSenator ARK 'Sentil Pemerintah' untuk memprioritaskan kedamaian Papua.
Desakan Keras Senator ARK ke Presiden Prabowo dan Wapres Gibran - Berita Indonesia Timur Terkini
Koreri · 23 Maret 2026
PositifSenator ARK menunjukkan sikap proaktif dengan 'Desakan Keras' kepada Presiden dan Wapres.
Senator Agus Kambuaya ke Presiden: Bapak Ingin Jadi Juru Damai untuk Iran, Jangan Lupa Papua
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
ODIYAIWUU · 6 Maret 2026
PositifSenator Agus Kambuaya secara aktif menyuarakan kepentingan Papua kepada Presiden dengan frasa 'Jangan Lupa Papua'.