
Jabatan
Badan Musyawarah - Anggota
Fraksi
Demokrasi Indonesia Perjuangan
Provinsi / Dapil
Sumatera Utara
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
163
Berdasarkan 163 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Meritokratis
Penempatan Prof. Dr. Yasonna H. Laoly sebagai anggota Badan Musyawarah DPR menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik. Latar belakang pendidikan hukum dan pengalaman yang luas di bidang hukum dan politik memberikan dasar yang relevan untuk peran tersebut. Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang dapat ditingkatkan untuk mencapai tingkat meritokrasi yang lebih tinggi.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan hukum hingga tingkat doktoral sangat relevan dengan tugas legislatif dan fungsi Badan Musyawarah. Studi di universitas luar negeri juga memberikan perspektif yang luas.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai dosen hukum, peneliti, dan berbagai posisi di universitas, serta keterlibatan aktif dalam organisasi partai politik, khususnya di bidang hukum dan pemerintahan, sangat mendukung kompetensi dalam peran legislatif. Pengalaman di Pansus Pemilu juga relevan.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Yasonna Laoly terseret dalam kasus korupsi yang melibatkan Harun Masiku.
SumberKomisi III DPR mengungkap adanya kamar sewa di Lapas dengan harga Rp2 juta, Yasonna Laoly menyebut hal ini klasik.
SumberYasonna Laoly mengungkapkan adanya 14 temuan BPK dalam anggaran Kemenkumham tahun 2021.
SumberYasonna Laoly dikritik oleh politikus NasDem terkait pernyataannya mengenai anak Tanjung Priok yang dianggap kriminal.
SumberLaode Syarif menyatakan bahwa Menkumham berbohong soal akan mempertemukan KPK dengan DPR.
SumberYasonna Laoly dipanggil oleh KPK terkait kasus korupsi E-KTP.
SumberPDIP menyayangkan larangan ke luar negeri yang dialami Yasonna Laoly oleh Imigrasi.
SumberYasonna Laoly dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi.
SumberYasonna Laoly mengonfirmasi bahwa ada beberapa menteri yang diganti dalam reshuffle kabinet, menimbulkan spekulasi dan perdebatan di kalangan politik dan publik.
SumberPeringkat
Skor Merit Top 1%
Peringkat #8 dari 577 anggota DPR yang sudah dianalisis (skor 92).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
32% dari 19 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan
Salah satu dari 110 anggota fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Sumatera Utara
201 pejabat publik dari Provinsi Sumatera Utara terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
detikNews memuat 13 artikel — paling banyak dari 70 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
488
artikel total · 144 bulan tercatat
139
media unik · dari 488 artikel
Liputan beragam · top 8%
Top 5 Media
Yasonna Laoly Desak BPK Audit Investigatif Pengelolaan Aset GBK dan Kemayoran
gesuri.id · 1 September 2026
PositifTeks menggambarkan Yasonna mengambil tindakan pengawasan dengan mendesak audit investigatif terhadap pengelolaan aset, menunjukkan peran aktif dalam transparansi.
Yasonna Laoly Desak BPK Audit Investigatif Pengelolaan Aset GBK dan Kemayoran
gesuri.id · 1 September 2026
NetralTeks membahas desakan Yasonna Laoly agar BPK melakukan audit investigatif, mencerminkan sikap politik yang belum jelas sentimennya terhadap target secara positif maupun negatif.
Yasonna Laoly Desak BPK Audit Investigatif Pengelolaan Aset GBK dan Kemayoran
gesuri.id · 1 September 2026
PositifTeks menggambarkan Yasonna mengambil tindakan pengawasan dengan mendesak audit investigatif terhadap pengelolaan aset, menunjukkan peran aktif dalam transparansi.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Yasonna Laoly Dorong Pemerintah Mengoptimalisasikan Aset GBK Dan Kemayoran
waspada.id · 31 Agustus 2026
NetralTeks melaporkan aktivitas Yasonna Laoly mendorong optimalisasi aset pemerintah, merupakan berita faktual tanpa sentimen jelas terhadap target