
Jabatan
Kepala Badan Intelijen Negara
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
209
Berdasarkan 209 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Kurang Meritokratis
Penilaian meritokrasi M. Herindra sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sulit dilakukan secara komprehensif karena kurangnya data riwayat pendidikan, pekerjaan, dan organisasi. Skor diberikan berdasarkan asumsi umum terkait kebutuhan pengalaman di bidang intelijen atau keamanan nasional untuk posisi tersebut, namun validitasnya terbatas.
Kesesuaian Pendidikan
Karena data riwayat pendidikan tidak tersedia, sulit untuk menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan jabatan Kepala BIN. Pendidikan di bidang intelijen, hukum, atau studi strategis akan dianggap lebih relevan.
Pengalaman Relevan
Tidak tersedianya data riwayat pekerjaan dan organisasi menjadi kendala utama. Pengalaman sebelumnya di bidang intelijen, militer, kepolisian, atau jabatan strategis di pemerintahan akan meningkatkan penilaian meritokrasi. Tanpa data ini, penilaian didasarkan pada asumsi kebutuhan pengalaman di bidang terkait.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
KontraS menyatakan bahwa penunjukan Muhammad Herindra sebagai Kepala BIN sarat dengan kepentingan politik, menimbulkan kekhawatiran akan independensi lembaga intelijen.
SumberDilaporkan bahwa Muhammad Herindra memiliki harta kekayaan sebesar Rp 23,4 miliar, menimbulkan pertanyaan publik tentang sumber dana dan potensi konflik kepentingan.
SumberKepala BIN dipanggil ke Istana di tengah maraknya aksi demonstrasi yang berkelanjutan untuk memberikan laporan atau koordinasi.
SumberPenunjukan Wamenhan M. Herindra sebagai calon kepala Badan Intelijen Negara menimbulkan spekulasi mengenai proses seleksi dan potensi konflik kepentingan di dalam institusi keamanan.
SumberPenunjukan calon kepala BIN oleh Prabowo menimbulkan spekulasi dan kritik terkait alasan penggantian serta potensi dampak politik dalam lembaga intelijen.
SumberMuhammad Herindra ditunjuk menggantikan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN, menimbulkan spekulasi mengenai alasan pergantian dan dampaknya terhadap institusi keamanan.
SumberPenunjukan Herindra sebagai Kepala BIN dianggap oleh beberapa pihak sebagai langkah yang dipengaruhi kepentingan politik.
SumberData LHKPN menunjukkan nilai kekayaan pribadi Herindra, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan integritas.
SumberPengamat menilai bahwa BIN perlu memperkuat pertahanan siber untuk melindungi data intelijen.
SumberKepala BIN menyatakan situasi aman namun masih menyelidiki dalang kericuhan setelah aksi demo yang berlanjut.
SumberDi Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
39% dari 28 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Tempo.co memuat 10 artikel — paling banyak dari 50 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
316
artikel total · 24 bulan tercatat
116
media unik · dari 316 artikel
Liputan beragam · top 8%
Top 5 Media
Kepala BIN Muhammad Herindra Dorong Aturan Khusus soal Spionase dan Intervensi Asing | JMP
Kompas.tv · 28 Agustus 2026
NetralTeks melaporkan aktivitas mendorong regulasi antispionase tanpa penilaian evaluatif langsung
Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan
Minews ID · 27 Agustus 2026
NetralTeks seringkutif tentang partisipasi seminar dan inisiatif regulasi untuk jaga kedaulatan secara faktual
Kepala BIN Herindra Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing
Minews ID · 27 Agustus 2026
PositifHerindra secara proaktif mendorong regulasi penting untuk menanggulangi spionase dan intervensi asing, menunjukkan inisiatif strategis.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Jazuli Juwaini Silaturahim dengan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, Tegaskan Komitmen Rekat Persatuan dan Kemajuan NKRI
TEROPONGSENAYAN.com · 8 Juli 2026
PositifFrasa "tegaskan komitmen rekat persatuan dan kemajuan NKRI" memberi kesan positif pada Herindra.