
Jabatan
Komisi VI - Kapoksi
Fraksi
Amanat Nasional
Provinsi / Dapil
Sumatera Utara
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
53
Berdasarkan 53 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penempatan H. NASRIL BAHAR sebagai anggota Komisi VI DPR menunjukkan meritokrasi yang kurang. Latar belakang pendidikan ekonominya relevan, namun pengalaman kerja dan organisasi lebih banyak terkait dengan bisnis dan organisasi kemasyarakatan, kurang spesifik dengan tugas legislatif di Komisi VI yang membidangi perindustrian, investasi, dan persaingan usaha.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S1 Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara memberikan dasar pengetahuan yang relevan untuk memahami isu-isu ekonomi yang dibahas di Komisi VI.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai direktur di perusahaan garment memberikan pemahaman tentang dunia usaha, namun kurang relevan dengan kompleksitas isu-isu industri dan investasi skala besar yang menjadi fokus Komisi VI. Pengalaman organisasi lebih banyak terkait dengan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, kurang relevan dengan tugas legislatif.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Nasril Bahar dipanggil oleh KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengangkutan pupuk yang melibatkan Bowo Sidik Pangarso.
SumberDPR mempertanyakan kebijakan Bulog dalam mengakuisisi PT Gendhis Multi Manis yang dinilai berpotensi merugikan negara.
SumberKekhawatiran mengenai lemahnya pengawasan terhadap kewajiban pasar domestik (DMO) oleh produsen sawit yang dapat mengganggu ketersediaan minyak goreng.
SumberBangka Belitung merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia namun provinsi ini termasuk termiskin di negara.
SumberNasril Bahar mengungkapkan bahwa penyelesaian konflik antara masyarakat dan Pertamina di Blang Lancang-Rancong masih lemah dan Pertamina dianggap mengabaikan hak warga Aceh.
SumberNasril Bahar bersama Rieke Diah Pitaloka menerima sejumlah aktivis Sumatera Utara terkait polemik Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II di Komisi VI DPR RI
SumberDi Bawah Rata-rata
Liputan Terbatas
Diliput 58% lebih sedikit dari rata-rata anggota DPR.
Catatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #197 dari 577 anggota DPR (skor 78).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
32% dari 38 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Fraksi Amanat Nasional
Salah satu dari 48 anggota fraksi Amanat Nasional di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Sumatera Utara
201 pejabat publik dari Provinsi Sumatera Utara terindeks di platform.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
151
artikel total · 225 bulan tercatat
97
media unik · dari 151 artikel
Liputan beragam · top 3%
Top 5 Media
Nasril Bahar Bongkar Mandeknya Penyelesaian Konflik Blang Lancang-Rancong, Pertamina Dinilai Abai terhadap Hak Warga Aceh
Bela Rakyat · 22 Juni 2026
PositifMenunjukkan sikap pro-warga lewat frasa "bongkar mandeknya penyelesaian konflik" dan membela "hak warga Aceh".
Anggota DPR nilai literasi investasi emas relevan bagi masyarakat
ANTARA News · 7 Mei 2026
NetralTeks membahas pandangan Anggota DPR secara umum, bukan H. NASRIL BAHAR, S.E.
Nasril Bahar: Investasi Emas Jadi Instrumen Penting Persiapkan Dana Pendidikan Anak
Tribunnews.com · 7 Mei 2026
NetralTeks adalah kutipan pernyataan Nasril Bahar tentang investasi emas, bukan penilaian terhadap dirinya.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Marching Band SMA Muhammadiyah 8 Kisaran Dapat Bantuan Rp200 Juta
Mistar.id · 15 April 2026
NetralTeks membahas bantuan untuk marching band, bukan H. NASRIL BAHAR, S.E.