
Jabatan
Komisi XI - Anggota
Fraksi
Gerakan Indonesia Raya
Provinsi / Dapil
Jawa Barat
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
49
Berdasarkan 49 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Meritokratis
Penempatan Dr. Ir. H. KARDAYA WARNIKA, D.E.A. sebagai anggota Komisi XI DPR menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik. Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya, terutama di bidang energi dan ekonomi, memberikan dasar yang relevan untuk berkontribusi dalam pembahasan kebijakan ekonomi dan keuangan di Komisi XI. Meskipun demikian, relevansi langsung antara keahliannya di bidang energi dengan seluruh cakupan tugas Komisi XI (keuangan, perbankan, perencanaan pembangunan) perlu dipertimbangkan.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan beliau di bidang Teknologi Perminyakan dan Ekonomi Energi sangat relevan dengan pengalaman kerjanya di sektor energi. Gelar doktor di bidang ekonomi energi memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami isu-isu ekonomi.
Pengalaman Relevan
Pengalaman panjang di sektor energi, termasuk posisi strategis di Departemen Pertambangan dan Energi serta BP Migas, memberikan pemahaman mendalam tentang kebijakan energi dan implikasi ekonominya. Keanggotaan dalam organisasi profesi seperti Ikatan Ahli Teknik Perminyakan dan Persatuan Insinyur Indonesia juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam bidang keahliannya.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Kardaya Warnika menilai bahwa Surat Keputusan Komite Kewenangan Migas (SKK Migas) tidak sesuai dengan prinsip UUD 1945, menimbulkan ketidakpastian hukum bagi sektor migas.
SumberAnggota DPR menyoroti tambahan gaji dan tunjangan Kemenpar yang dianggap tidak proporsional, menimbulkan perdebatan tentang alokasi anggaran pemerintah.
SumberKardaya Warnika menegaskan pentingnya pemanfaatan energi surya di kawasan heritage, namun mendapat kritik dari pihak yang menilai risiko kerusakan lingkungan.
SumberKardaya Warnika menilai SKK Migas melanggar UUD 1945, menyoroti potensi pelanggaran hukum dan regulasi
SumberKecelakaan yang awalnya disebabkan oleh keteledoran, kemudian berujung pada kebakaran pipa BBM.
SumberKekhawatiran atas kurangnya pasokan gas dan nafta yang mengancam operasional PT Chandra Asri Pacific Tbk.
SumberKardaya Warnika menyoroti adanya penurunan investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.
SumberDi Bawah Rata-rata
Liputan Terbatas
Diliput 60% lebih sedikit dari rata-rata anggota DPR.
Peringkat
Skor Merit Top 12%
Peringkat #74 dari 577 anggota DPR yang sudah dianalisis (skor 88).
Catatan
Pemberitaan Netral
Mayoritas (90%) dari 31 artikel bernada netral.
Catatan
Anggota Fraksi Gerakan Indonesia Raya
Salah satu dari 86 anggota fraksi Gerakan Indonesia Raya di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Barat
260 pejabat publik dari Provinsi Jawa Barat terindeks di platform.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
179
artikel total · 228 bulan tercatat
80
media unik · dari 179 artikel
Liputan beragam · top 6%
Top 5 Media
Tinjau KM Kelimutu, Kardaya Warnika Dorong Percepatan Peremajaan Armada PELNI
Gerindra · 25 Juni 2026
NetralTeks hanya memuat pemberitaan aksi politik Kardaya Warnika, seperti "dorong percepatan peremajaan armada", tanpa penilaian jelas.
Kardaya Warnika: Penyertaan Modal Negara untuk PELNI Harus Perkuat Peremajaan Armada dan Pelayanan Publik
fraksi gerindra dpr-ri · 22 Juni 2026
NetralTeks bersifat informatif tentang sikap Kardaya terhadap PELNI, terutama frasa "harus perkuat peremajaan armada dan pelayanan publik".
Kardaya Warnika Soroti Ketersediaan BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Jelang Iduladha
fraksi gerindra dpr-ri · 25 Mei 2026
Positifmenyoroti ketersediaan BBM subsidi menunjukkan perhatian positif
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
Kardaya Warnika Ingatkan Pertamina Jaga Distribusi BBM dan LPG Subsidi
kabarpolitik.com · 24 Mei 2026
NetralTeks membahas Pertamina dan distribusi BBM, bukan Kardaya Warnika DPR