
Jabatan
Komisi XI - Kapoksi
Fraksi
Keadilan Sejahtera
Provinsi / Dapil
Jawa Timur
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
63
Berdasarkan 63 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Meritokratis
Penempatan Bapak AMIN sebagai anggota Komisi XI DPR menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik. Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya relevan dengan tugas pengawasan dan legislasi di bidang keuangan dan perbankan. Meskipun demikian, ada beberapa kesenjangan yang perlu diperhatikan.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Bapak AMIN di bidang Manajemen dan STAN (D3 dan D4) memberikan dasar yang kuat untuk memahami isu-isu ekonomi dan keuangan. Pendidikan ini relevan dengan tugasnya di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan, dan perbankan.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai auditor di BPKP dan posisi di sektor keuangan (PT. BBJ, PT. LBS, PT. SIER) memberikan pemahaman praktis tentang pengelolaan keuangan dan audit. Pengalaman ini mendukung kemampuannya dalam mengawasi dan membuat kebijakan di Komisi XI. Keterlibatan dalam organisasi KEMA STAN menunjukkan kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan di masa lalu.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Amin Ak menyatakan bahwa pembubaran BUMN disebabkan oleh prinsip 'Good Corporate Governance' yang tidak diterapkan oleh pemerintah.
SumberAmin Ak memberikan peringatan kepada Kemendag terkait harga Minyakita yang terus berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
SumberAmin Ak mengkritik ketidaksiapan Pertamina dalam menghadapi krisis BBM, menilai perusahaan belum mempersiapkan strategi mitigasi yang memadai.
SumberKebocoran dana sebesar Rp200 miliar melalui sistem BI‑FAST menimbulkan tuduhan penyalahgunaan dana publik.
SumberKekhawatiran bahwa restrukturisasi utang Whoosh dapat menjadi beban fiskal jangka panjang.
SumberTantangan terkait tantian dan insentif bagi komisaris BUMN yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.
SumberDugaan misinvoicing batubara senilai Rp340 triliun yang dianggap ancaman serius bagi penerimaan negara
SumberIsu kebocoran ekspor batubara disorot karena praktik yang merugikan negara
SumberPernyataan bahwa negara harus bergerak lebih cepat melindungi rakyat dari kejahatan scam
SumberDPR mengingatkan pemerintah soal rencana restrukturisasi utang dan pengambilalihan perusahaan Whoosh yang dapat menimbulkan risiko fiskal.
SumberDi Atas Rata-rata
Sorotan Media Tinggi
Diliput 68% lebih banyak dari rata-rata anggota DPR.
Peringkat
Skor Merit Top 1%
Peringkat #8 dari 577 anggota DPR yang sudah dianalisis (skor 92).
Catatan
Pemberitaan Netral
Mayoritas (85%) dari 34 artikel bernada netral.
Catatan
Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera
Salah satu dari 53 anggota fraksi Keadilan Sejahtera di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Timur
255 pejabat publik dari Provinsi Jawa Timur terindeks di platform.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
465
artikel total · 162 bulan tercatat
165
media unik · dari 465 artikel
Liputan beragam · top 15%
Top 5 Media
Legislator PKS Amin Ak: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Penyerapan Tenaga Kerja
Gempur News · 8 Mei 2026
NetralTeks melaporkan pandangan Amin Ak terkait kebijakan ekonomi, yaitu perlunya pertumbuhan ekonomi berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
DPR Soroti Pertumbuhan Ekonomi Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja
Aktual.com · 8 Mei 2026
NetralTeks membahas sorotan DPR secara umum, bukan AMIN, Ak., M.M.
Amin Ak DPR: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Penyerapan Tenaga Kerja
Beritakota · 7 Mei 2026
NetralTeks ini melaporkan pandangan Amin Ak mengenai pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, yang merupakan pernyataan rutin dari seorang pejabat.
Amin Ak DPR: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Penyerapan Tenaga Kerja
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Beritakota · 7 Mei 2026
NetralTeks melaporkan pandangan Amin Ak terkait kebijakan ekonomi, yaitu perlunya pertumbuhan ekonomi berdampak pada penyerapan tenaga kerja.