
Jabatan
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
—
Artikel Terindeks
254
Berdasarkan 254 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Meritokratis
Penempatan Agum Gumelar sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik, terutama mengingat pengalamannya sebagai menteri di berbagai kabinet. Pengalaman organisasi yang luas, meskipun sebagian besar di bidang olahraga, menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen yang relevan dengan jabatan publik.
Kesesuaian Pendidikan
Data riwayat pendidikan tidak tersedia, sehingga sulit untuk menilai kesesuaiannya dengan jabatan saat ini. Ketiadaan informasi ini menjadi keterbatasan dalam penilaian meritokrasi.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai menteri di beberapa kabinet menunjukkan pemahaman yang baik tentang pemerintahan dan kebijakan publik. Keterlibatan dalam berbagai organisasi, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan dan manajemen, memberikan nilai tambah meskipun tidak secara langsung terkait dengan Dewan Pertimbangan Presiden.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Ikatan Alumni Lemhannas menolak perpanjangan jabatan Agum Gumelar sebagai ketua umum Lemhannas, menilai kepemimpinan sudah terlalu lama dan mengkritik kurangnya pembaruan kebijakan.
SumberIkatan Alumni Lemhanas menolak perpanjangan jabatan Agum Gumelar sebagai ketua umum Lemhannas, menilai kurangnya transparansi dan akuntabilitas.
SumberKomnas HAM menyatakan bahwa Kejaksaan Agung berhak memanggil Agum Gumelar secara paksa untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran HAM.
SumberEggi Sudjana melaporkan Agum Gumelar ke Bareskrim terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.
SumberKomnas HAM meminta Kejaksaan Agung memanggil Agum Gumelar secara paksa terkait penyelidikan hak asasi manusia.
SumberAgum Gumelar menyatakan bahwa Megawati sedang panik dan menyebutnya sebagai penguasa orde baru, menimbulkan polemik politik dan tuduhan terhadap presiden.
SumberKelompok alumni Lemhannas secara terbuka menyatakan tidak lagi mendukung Agum Gumelar sebagai ketua umum IKAL Lemhannas, menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi kepemimpinannya.
SumberIkatan Alumni Lemhannas menolak perpanjangan masa jabatan Agum Gumelar sebagai Ketua Umum IKAL, menilai hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip rotasi kepemimpinan.
SumberAgum Gumelar mengalami insiden saat bermain voli yang menyebabkan sakit hati dan mengancam nyawanya.
SumberAgum Gumelar bersama Moerdani membongkar jaringan PKI saat menjadi anggota Kopkamtib
SumberCatatan
Media Paling Sering Meliput
DATA TEMPO memuat 19 artikel — paling banyak dari 46 media yang pernah meliput.
Dianalisis 11 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
365
artikel total · 254 bulan tercatat
114
media unik · dari 365 artikel
Liputan beragam · top 19%
Top 5 Media
Foto Agum Gumelar Jadi Saksi Nikah Marshanda
VIVA.co.id · 29 Agustus 2026
NetralTeks hanya menyebutkan Agum Gumelar sebagai saksi nikah, tidak ada penilaian positif atau negatif terhadapnya.
Hendropriyono Jamu KSAL dan Agum Gumelar di Kraton Majapahit
detikNews · 24 Agustus 2026
NetralTeks hanya menyebut nama Agum Gumelar dalam konteks pertemuan di Kraton Majapahit, tanpa memberikan penilaian kinerja atau aspek terkait lainnya.
Foto Agum Gumelar Sebut Cijantung Tak Identik dengan Satu Komandan
VIVA.co.id · 21 Juli 2026
NetralTeks hanya memuat pernyataan Agum Gumelar tentang "Cijantung tak identik dengan satu komandan", tanpa penilaian emosional.
AHY Soal Agum Gumelar Kritik SBY Dukung Prabowo: Terlalu Subjektif & Tendensius
Merdeka.com · 17 Juli 2026
NegatifTeks menyorot kritik Agum yang disebut "terlalu subjektif & tendensius", bernada negatif.