
Jabatan
Komisi I - Anggota
Fraksi
Golongan Karya
Provinsi / Dapil
Sumatera Selatan
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
32
Berdasarkan 32 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penempatan YUDHA NOVANZA UTAMA sebagai anggota Komisi I DPR menunjukkan meritokrasi yang kurang. Latar belakang pendidikan manajemen dan pengalaman organisasi menunjukkan relevansi terbatas dengan tugas Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen. Keterbatasan data mengenai substansi pekerjaan di perusahaan dan organisasi juga mempengaruhi penilaian.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Manajemen dari STIE STAN - INDONESIA MANDIRI BANDUNG memiliki relevansi yang terbatas dengan bidang tugas Komisi I DPR. Meskipun pemahaman manajemen dapat berguna dalam pengelolaan organisasi, substansi bidang tugas Komisi I memerlukan keahlian yang lebih spesifik di bidang politik, hukum, keamanan, atau hubungan internasional.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai direktur dan komisaris di perusahaan, serta aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan partai politik, memberikan pengalaman kepemimpinan dan organisasi. Namun, pengalaman ini kurang relevan secara langsung dengan isu-isu strategis yang menjadi fokus Komisi I, seperti pertahanan negara, kebijakan luar negeri, atau regulasi komunikasi dan informatika.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Yudha Novanza Utama menyoroti pelanggaran Hak Guna Usaha (HGU) dalam konflik agraria dan dugaan kriminalisasi petani plasma di Sumatera Selatan.
SumberYudha Novanza Utama meminta pemerintah untuk menempuh semua jalur demi menyelamatkan WNI yang disandera perompak di Somalia dan mendorong diplomasi maksimal.
SumberYudha Novanza Utama meminta masukan untuk memperkaya substansi RUU Penyiaran.
SumberKomisi I DPR mendukung Komdigi untuk melakukan investigasi terkait rating game IGRS di Steam.
SumberDPR RI meminta pemerintah memastikan keselamatan 934 WNI di Lebanon terkait konflik Israel-Hizbullah.
SumberYudha Novanza mendukung penertiban 25 PSE sebagai bentuk kedaulatan digital Indonesia.
SumberKomisi I DPR menyatakan bahwa operasi judi internasional di Indonesia merupakan alarm serius yang perlu ditindaklanjuti.
SumberDi Bawah Rata-rata
Liputan Terbatas
Diliput 51% lebih sedikit dari rata-rata anggota DPR.
Di Bawah Rata-rata
Skor Merit Rendah
Peringkat #448 dari 577 anggota DPR (skor 45).
Catatan
Pemberitaan Netral
Mayoritas (83%) dari 24 artikel bernada netral.
Catatan
Anggota Fraksi Golongan Karya
Salah satu dari 101 anggota fraksi Golongan Karya di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Sumatera Selatan
104 pejabat publik dari Provinsi Sumatera Selatan terindeks di platform.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
154
artikel total · 111 bulan tercatat
77
media unik · dari 154 artikel
Liputan beragam · top 10%
Top 5 Media
Yudha Novanza Utama Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik Global
TEROPONGSENAYAN.com · 20 Mei 2026
PositifFrasa 'Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional' menunjukkan dukungan positif terhadap tindakan Yudha Novanza Utama
Yudha Novanza Utama Dorong Penguatan Desa dan UMKM melalui Transformasi Digital dan Koperasi Modern
TEROPONGSENAYAN.com · 20 Mei 2026
PositifKalimat 'Dorong Penguatan Desa dan UMKM melalui Transformasi Digital dan Koperasi Modern' menunjukkan dukungan positif terhadap inisiatif Yudha Novanza Utama
Judol internasional beroperasi di Indonesia, Komisi I DPR: Ini jadi alarm serius
MSN · 11 Mei 2026
NetralTeks membahas Komisi I DPR secara umum, bukan Yudha Novanza Utama
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
DPR RI Desak Negara Hadir Maksimal Bebaskan 4 WNI yang Disandera Perompak Somalia
Realita Rakyat · 5 Mei 2026
NetralTeks membahas desakan DPR RI agar negara membebaskan WNI, bukan Yudha Novanza Utama.