
Jabatan
Hakim Konstitusi Republik Indonesia
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
—
Artikel Terindeks
89
Berdasarkan 89 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Meritokratis
Penempatan Wahiduddin Adams sebagai Hakim Konstitusi cukup meritokratis. Latar belakang pendidikan hukum Islam dan hukum umum, serta pengalaman organisasi yang relevan mendukung kompetensinya dalam bidang hukum ketatanegaraan. Meskipun demikian, pengalaman praktis di bidang peradilan sebelum menjadi hakim konstitusi kurang tergali.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Wahiduddin Adams sangat relevan dengan jabatan Hakim Konstitusi. Gelar Sarjana, Magister, dan Doktor Hukum Islam, serta Sarjana Hukum memberikan landasan teoritis yang kuat dalam memahami hukum positif dan hukum Islam, yang penting dalam penafsiran konstitusi.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai dosen tamu ilmu perundang-undangan di dua universitas menunjukkan pemahaman teoritis dan kemampuan analisis hukum. Pengalaman organisasi di NU dan MUI, khususnya terkait hukum dan perundang-undangan, memberikan wawasan tentang dinamika sosial dan politik yang relevan dengan tugas Hakim Konstitusi.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
MKMK melakukan pemeriksaan khusus terhadap Wahiduddin Adams terkait dugaan pelanggaran kode etik, meskipun hasilnya menunjukkan ia paling bebas dari tuduhan.
SumberSetelah pensiun, Arsul Sani diusulkan menggantikan Wahiduddin Adams sebagai hakim MK, menimbulkan spekulasi tentang dinamika internal Mahkamah Konstitusi.
SumberWahiduddin Adams dilaporkan ke MKMK terkait posisinya sebagai anggota MKMK Ad Hoc setelah masa jabatannya sebagai hakim berakhir.
SumberWarga melaporkan bahwa Wahiduddin Adams dijadikan anggota MKMK ad‑hoc setelah tidak lagi menjabat sebagai hakim, menimbulkan pertanyaan tentang prosedur dan transparansi penunjukan.
SumberWahiduddin Adams menjadi satu‑satunya hakim MK yang menilai UU KPK baru layak dibatalkan, menyatakan bahwa proses revisi tidak sesuai dengan prinsip common sense dan mengubah postur lembaga KPK secara fundamental.
SumberWahiduddin Adams dilaporkan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) meskipun sudah tidak menjabat sebagai hakim, menimbulkan spekulasi tentang potensi pelanggaran kode etik.
SumberSetelah diangkat menjadi Hakim MK, Arsul Sani diminta untuk segera mundur dari jabatannya di DPR dan pimpinan partai politik untuk menjaga independensi.
SumberWahiduddin Adams adalah satu-satunya hakim konstitusi yang menyatakan dissenting opinion (pendapat berbeda) terhadap uji formil Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas UU KPK. Ia berpendapat bahwa UU tersebut mengubah postur dan fungsi KPK secara fundamental dan layak dibatalkan.
SumberWahiduddin Adams diperiksa oleh MKMK terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik. Namun, MKMK menyatakan bahwa ia adalah hakim yang paling bebas dari tuduhan pelanggaran kode etik di antara hakim-hakim yang diperiksa.
SumberWahiduddin Adams dilaporkan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) oleh warga terkait keanggotaannya sebagai anggota MKMK Ad Hoc, meskipun ia sudah tidak lagi menjabat sebagai hakim konstitusi.
SumberDi Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
48% dari 48 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
detikNews memuat 14 artikel — paling banyak dari 39 media yang pernah meliput.
Di Atas Rata-rata
Jaringan Luas
Terhubung dengan 19 pejabat lain dalam jaringan kolega.
Catatan
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
4 pejabat publik lain juga lahir di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
Dianalisis 11 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
342
artikel total · 159 bulan tercatat
103
media unik · dari 342 artikel
Liputan beragam · top 12%
Top 5 Media
Mengintip Dissenting Wahiduddin Adams dalam Putusan Uji Formil UU KPK
Hukumonline · 5 Mei 2021
NetralTeks memberitakan Wahiduddin Adams dalam konteks UU KPK.
Sosok Hakim MK Wahiduddin Adams, Seorang Diri Tolak Revisi UU KPK
detikNews · 5 Mei 2021
PositifWahiduddin Adams secara seorang diri menolak revisi UU KPK, yang sering kali dipandang sebagai tindakan berintegritas.
Wahiduddin, Hakim MK yang Minta Uji Formil UU KPK Dikabulkan
CNN Indonesia · 5 Mei 2021
PositifPermintaan Wahiduddin agar uji formil UU KPK dikabulkan menunjukkan sikap kritis dan keberpihakan pada penegakan hukum yang konstitusional.
Revisi UU KPK: Mengenal Hakim Wahiduddin Adams yang Pilih Dissenting Opinion
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Tempo.co · 5 Mei 2021
NetralTeks ini secara faktual memperkenalkan Wahiduddin Adams melalui pilihan dissenting opinion-nya tanpa penilaian sentimen eksplisit.