
Jabatan
Komisi X - Anggota
Fraksi
Amanat Nasional
Provinsi / Dapil
Jawa Barat
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
465
Berdasarkan 465 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penempatan Verrell Bramasta sebagai anggota Komisi X DPR menunjukkan kurangnya meritokrasi. Latar belakangnya sebagai figur publik dan pengusaha kurang relevan dengan tugas legislatif di bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan perfilman. Pengalaman organisasi yang terbatas juga menjadi faktor yang mengurangi penilaian meritokratis.
Kesesuaian Pendidikan
Riwayat pendidikan formal Verrell Bramasta tidak secara langsung relevan dengan bidang tugas Komisi X DPR. Pendidikan di sekolah swasta Jakarta tidak memberikan dasar keahlian khusus yang dibutuhkan untuk perumusan kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, dan lainnya.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai aktor, penyanyi, model, dan CEO tidak memberikan pengalaman substantif dalam perumusan kebijakan publik atau pemahaman mendalam tentang isu-isu yang dihadapi Komisi X. Keikutsertaan dalam organisasi 'Bukan Duit Orang Tua' menunjukkan jiwa kewirausahaan, namun tidak secara langsung berkontribusi pada keahlian legislatif.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Pedagang mengeluhkan kerugian akibat Verrell Bramasta membeli mainan dalam jumlah besar dan menjualnya dengan harga tinggi.
SumberBerbagai laporan dan komentar netizen menyoroti hubungan pribadi Verrell Bramasta dengan Fuji, menimbulkan spekulasi publik.
SumberVerrell Bramasta dikritik karena memakai pakaian yang tidak sesuai di daerah banjir Sumatera, dianggap tidak menghormati situasi.
SumberPenggunaan rompi antipeluru dan gaya berpakaian saat kunjungan menimbulkan sorotan media.
SumberVerrell Bramasta menuntut perhatian Kemenpora terhadap atlet disabilitas dan NON-DBON, menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar olahraga.
SumberVerrell Bramasta menjadi sorotan netizen karena mengenakan rompi yang dianggap kurang sesuai atau terlalu modis saat mengunjungi lokasi bencana banjir di Sumatera.
SumberVerrell Bramasta dianggap menjadi tirus karena menjadi anggota DPR
SumberVerrell Bramasta menggunakan rompi anti peluru saat meninjau lokasi bencana banjir
SumberVerrell Bramasta lebih memilih fokus pada karier politiknya daripada menikah, menimbulkan spekulasi tentang nasib hubungannya dengan Fuji.
SumberDi Atas Rata-rata
Sorotan Media Tinggi
Diliput 144% lebih banyak dari rata-rata anggota DPR.
Di Bawah Rata-rata
Skor Merit Rendah
Peringkat #534 dari 577 anggota DPR (skor 35).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
31% dari 263 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Fraksi Amanat Nasional
Salah satu dari 48 anggota fraksi Amanat Nasional di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Barat
260 pejabat publik dari Provinsi Jawa Barat terindeks di platform.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
588
artikel total · 33 bulan tercatat
125
media unik · dari 588 artikel
Liputan beragam · top 13%
Top 5 Media
[HOAKS] Verrell Bramasta Ditangkap Polisi pada Juli 2026
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara · 23 Juli 2026
NegatifFrasa "ditangkap polisi" memberi kesan buruk dan tuduhan pelanggaran hukum terhadap Verrell Bramasta.
[HOAKS] Verrell Bramasta Ditangkap Polisi pada Juli 2026
Diskominfo Sanggau · 23 Juli 2026
NegatifFrasa "ditangkap polisi" memberi kesan sangat negatif terhadap Verrell Bramasta meski disebut hoaks.
Verrell Bramasta Buka Loker Aspri, Seleksi Ketat, Venna Melinda Sampai Turun Tangan, Ini Syaratnya
TribunStyle.com · 18 Juli 2026
NetralTeks melaporkan perekrutan asisten tanpa penilaian subjektif
Nasihat Venna Melinda Pada Verrell Bramasta, Fokus di DPR RI Tak Korupsi, Tak Usah Jadi Artis Lagi
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Tribunnews.com · 17 Juli 2026
PositifNasihat mendorong integritas dan fokus pada tugas legislatif