
Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, Invalid Date
Jabatan
Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
—
Artikel Terindeks
284
Berdasarkan 284 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Meritokratis
Penempatan Terawan Agus Putranto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan cukup meritokratis. Latar belakang pendidikannya di bidang kedokteran dan pengalaman di bidang kesehatan militer relevan dengan jabatan yang diemban. Namun, kurangnya informasi mengenai riwayat organisasi menjadi keterbatasan dalam penilaian.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S1 Kedokteran, spesialisasi Radiologi, dan gelar Doktor di bidang kedokteran sangat relevan dengan bidang kesehatan. Pendidikan militer juga memberikan pemahaman tentang sistem dan birokrasi pemerintahan.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kedokteran Militer menunjukkan pemahaman tentang isu-isu kesehatan strategis dan kemampuan untuk memberikan nasihat. Ketiadaan informasi mengenai riwayat organisasi menjadi kekurangan dalam penilaian relevansi pengalaman.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Terawan mengeluarkan video yang mengklaim menemukan obat diabetes yang efektif, namun kemudian dibantah sebagai hoaks dan tidak didukung kaidah ilmiah.
SumberIDI memecat Terawan karena dugaan pelanggaran etika medis dan promosi produk yang tidak terbukti, menimbulkan polemik luas di kalangan profesional kesehatan.
SumberTerawan mempromosikan vaksin Corona Nusantara dan layanan imunoterapi yang dianggap belum melalui uji klinis lengkap, menimbulkan kritik dari komunitas medis.
SumberDr. Terawan Agus Putranto diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
SumberTerawan diduga mempromosikan obat diabetes yang disiarkan oleh Kompas TV, yang kemudian diklarifikasi sebagai berita palsu.
SumberAdanya disinformasi terkait piala penghargaan dari WHO untuk Terawan.
SumberBeredar hoaks yang mengatasnamakan Terawan Agus Putranto membagikan cara menurunkan tekanan darah.
SumberTerawan dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena dugaan pelanggaran kode etik dan promosi obat yang tidak terbukti.
SumberTerawan mempromosikan produk obat diabetes pada program Kompas TV tanpa bukti ilmiah yang memadai, menimbulkan tuduhan iklan menyesatkan.
SumberBeberapa media melaporkan bahwa Terawan menyebarkan informasi medis yang tidak berdasar dan mempengaruhi opini publik secara tidak etis.
SumberDi Bawah Rata-rata
Pemberitaan Bernada Negatif
37% dari 99 artikel teranalisis bernada negatif.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Tempo.co memuat 14 artikel — paling banyak dari 48 media yang pernah meliput.
Dianalisis 11 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
352
artikel total · 101 bulan tercatat
106
media unik · dari 352 artikel
Liputan beragam · top 11%
Top 5 Media
Haji Ninong Terharu, Terawan Turun Langsung Ambil Darah untuk Imunoterapi
Merdekanews.co · 19 Agustus 2026
PositifTeks menyoroti tindakan Terawan yang turun langsung melayani pasien imunoterapi, menunjukkan dedikasi dan empati.
Metode Eksperimental Claude Bernard, & Dokter Terawan Agus Putranto Halaman 4
Kompasiana.com · 7 Agustus 2026
NetralHanya menyebut judul "Metode Eksperimental Claude Bernard" dan nama Terawan tanpa penilaian jelas.
Prof. dr. Terawan Soroti Pentingnya Inovasi Kesehatan Otak di Indonesian Brain Forum UPNVJ-UPN “Veteran” Jakarta
Portal-Komando · 5 Agustus 2026
NetralTeks membahas kegiatan Terawan soal inovasi kesehatan otak, bukan opini positif atau negatif yang jelas.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Prof. dr. Terawan Soroti Pentingnya Inovasi Kesehatan Otak di Indonesian Brain Forum UPNVJ-UPN "Veteran" Jakarta
Lapan6Online · 5 Agustus 2026
NetralTeks membahas kegiatan Terawan soal inovasi kesehatan otak, bukan opini positif atau negatif yang jelas.