
Jabatan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
263
Berdasarkan 263 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penilaian meritokrasi Rosan Perkasa Roeslani sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM terbatas karena kurangnya data riwayat pendidikan, pekerjaan, dan organisasi. Skor diberikan berdasarkan informasi jabatan yang tersedia, dengan asumsi pengalaman profesional relevan di bidang investasi dan bisnis. Namun, tanpa data yang memadai, penilaian lebih lanjut tidak dapat dilakukan.
Kesesuaian Pendidikan
Tidak dapat dinilai karena data riwayat pendidikan tidak tersedia.
Pengalaman Relevan
Tidak dapat dinilai secara komprehensif karena data riwayat pekerjaan dan organisasi tidak tersedia. Asumsi relevansi didasarkan pada jabatan yang diemban, namun validasi empiris tidak mungkin dilakukan tanpa data.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Rosan mengakui adanya kendala dalam sistem Online Single Submission (OSS) meskipun telah menerbitkan jutaan Nomor Induk Berusaha (NIB).
SumberTerdapat keramaian atau 'riuh' terkait pengalihan tambang Martabe ke Perminas, dan Rosan berjanji untuk bersikap transparan mengenai hal tersebut.
SumberRosan Roeslani menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala Danantara, menimbulkan potensi konflik kepentingan.
SumberTerbitnya PP 28/2025 yang memungkinkan BKPM mengambil alih wewenang perizinan investasi dari kementerian lain, yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih wewenang.
SumberInvestor asing masih mengeluhkan iklim investasi di Indonesia, yang menjadi tantangan bagi Kementerian Investasi di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani.
SumberRosan Roeslani menjabat sebagai Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan investasi negara.
SumberDilaporkan bahwa Rosan Roeslani memiliki harta sebesar Rp 860 miliar, menimbulkan pertanyaan publik tentang sumber dana dan potensi konflik kepentingan.
SumberRosan Roeslani memegang dua posisi strategis, yaitu Menteri Investasi serta CEO perusahaan Danantara, yang menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kemungkinan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin investasi.
SumberRosan Roeslani, sebagai CEO Danantara, diduga terlibat dalam kasus korupsi PT Asabri senilai Rp22 Triliun.
SumberRosan Perkasa Roeslani menegaskan agar tidak ada rekayasa laporan keuangan di BUMN.
SumberDi Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
49% dari 79 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Kementerian
Salah satu dari 62 anggota Kementerian yang terindeks.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Tempo.co memuat 10 artikel — paling banyak dari 41 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
468
artikel total · 39 bulan tercatat
136
media unik · dari 468 artikel
Liputan beragam · top 10%
Top 5 Media
Kementerian Investasi dan Kemenpora Bidik Investasi Olahraga Rp 8.000 Triliun
Marketeers · 2 September 2026
NetralTeks membahas target investasi olahraga tanpa menyebutkan atau mengomentari Rosan Roeslani secara langsung
Kementerian Investasi dan Kemenpora Perkuat Sinergi, Dorong Investasi di Sektor Olahraga
suarapemerintah.id · 2 September 2026
PositifTeks menyoroti langkah Kementerian Investasi dan Kemenpora dalam memperkuat sinergi untuk mendorong investasi di sektor olahraga.
Komisi XII Buka Peluang Tambah Anggaran Kementerian Investasi
Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa · 1 September 2026
PositifTeks membahas peluang penambahan anggaran untuk Kementerian Investasi, mengindikasikan dukungan dan kepercayaan terhadap kinerja kementerian tersebut.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Anggaran BKPM Rp 974 M pada 2027, Komisi XII Usul Naik Jadi Rp 1,2 T - kumparan.com
Kumparan.com · 1 September 2026
NetralTeks membahas anggaran BKPM secara institusional, bukan fokus pada pribadi Rosan Roeslani