
Jabatan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
195
Berdasarkan 195 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Kurang Meritokratis
Penilaian meritokrasi Rachmat Pambudy sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas terbatas karena kurangnya data riwayat pendidikan, pekerjaan, dan organisasi. Skor diberikan berdasarkan asumsi umum bahwa pengalaman relevan sangat penting untuk jabatan ini, namun tanpa data spesifik, penilaian menjadi kurang akurat. Diperlukan informasi lebih lanjut untuk evaluasi yang lebih komprehensif.
Kesesuaian Pendidikan
Tidak dapat dinilai karena data riwayat pendidikan tidak tersedia. Pendidikan yang relevan seperti ekonomi pembangunan, perencanaan wilayah, atau kebijakan publik akan meningkatkan penilaian.
Pengalaman Relevan
Tidak dapat dinilai secara spesifik karena data riwayat pekerjaan dan organisasi tidak tersedia. Pengalaman dalam perencanaan pembangunan, kebijakan publik, atau manajemen pemerintahan akan sangat relevan.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Beberapa pihak mengkritik fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap mengalihkan perhatian dari penciptaan lapangan kerja.
SumberKepala Bappenas mengungkapkan bahwa penurunan anggaran tahun 2026 dapat memberatkan pelaksanaan program-program prioritas.
SumberBerita‑berita yang ada menekankan peran positif dan inisiatif Rachmat Pambudy dalam berbagai program pembangunan tanpa menyinggung skandal atau kritik besar.
Pernyataan menteri yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis lebih mendesak dibandingkan dengan penciptaan lapangan kerja, yang memicu perdebatan publik.
SumberMenteri Rachmat Pambudy mengeluarkan pernyataan yang memicu perdebatan dengan menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak untuk dilakukan dibandingkan dengan penyediaan lapangan kerja.
SumberRachmat Pambudy menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih penting daripada peningkatan lapangan kerja, menimbulkan perdebatan tentang fokus pembangunan.
SumberDi Atas Rata-rata
Bersih Kontroversi
Tidak ada kontroversi tercatat, sementara rata-rata Kementerian adalah 5.2.
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
61% dari 64 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Kementerian
Salah satu dari 62 anggota Kementerian yang terindeks.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Kementerian PPN/Bappenas memuat 48 artikel — paling banyak dari 43 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
513
artikel total · 24 bulan tercatat
155
media unik · dari 513 artikel
Liputan beragam · top 38%
Top 5 Media
Penandatanganan nota kesepahaman Kementerian PPN/Bappenas dengan Dewan Pers
ANTARA Foto · 3 September 2026
NetralTeks hanya mendeskripsikan penandatanganan nota kesepahaman Bappenas, tanpa ekspresi positif atau negatif terhadap Rachmat Pambudy.
Penandatanganan nota kesepahaman Kementerian PPN/Bappenas dengan Dewan Pers
ANTARA Foto · 3 September 2026
NetralTeks hanya mendeskripsikan penandatanganan nota kesepahaman Bappenas, tanpa ekspresi positif atau negatif terhadap Rachmat Pambudy.
Bappenas Dapat Anggaran Rp 2,47 T, Fokus Roadmap Pembangunan Aceh-Papua - kumparan.com
Kumparan.com · 2 September 2026
NetralTeks membahas anggaran dan roadmap Bappenas, bukan secara spesifik Rachmat Pambudy, sehingga tidak ada sentimen yang jelas.
Kemensos-Bappenas Bahas Integrasi Sekolah Rakyat dan Program MBG
Rmol.id · 28 Agustus 2026
NetralTeks membahas pertemuan Kemensos dan Bappenas mengenai program Sekolah Rakyat dan MBG, merupakan pemberitaan factual tentang aktivitas institusional.