
Jabatan
Calon Wakil Bupati Majalengka (Pilkada 2024)
Fraksi
Provinsi / Dapil
Jawa Barat
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
15
Berdasarkan 15 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kurang Meritokratis
Penilaian terhadap Koko Suyoko sebagai calon Wakil Bupati Majalengka menunjukkan tingkat meritokrasi yang kurang. Latar belakang pendidikan formalnya tidak secara langsung relevan dengan jabatan publik. Pengalaman organisasi menunjukkan keterlibatan dalam bidang ekonomi dan bisnis, namun pengalaman di pemerintahan daerah kurang terlihat.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan formal Koko Suyoko dari SD hingga SMA tidak secara langsung mendukung kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatan Wakil Bupati. Tidak ada informasi mengenai pendidikan tinggi yang relevan dengan pemerintahan atau kebijakan publik.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai karyawan swasta tidak memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan dalam mengelola pemerintahan daerah. Keterlibatan dalam organisasi seperti PBNU dan PKS menunjukkan minat dalam bidang ekonomi dan sosial, namun belum tentu mencerminkan pengalaman praktis dalam birokrasi atau pelayanan publik.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Pasangan Karna Sobahi-Koko Suyoko tertinggal dari Eman Suherman-Dena Muhamad dalam survei elektabilitas menjelang Pilkada Majalengka 2024.
SumberKetua PAC PDIP Sumberjaya mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Eman-Dena, meskipun Koko Suyoko adalah calon wakil bupati yang diusung PDIP.
SumberKuasa hukum Karna-Koko mendesak majelis hakim untuk menghadirkan mantan Sekda Eman Suherman terkait kasus korupsi Pasar Cigasong, menunjukkan keterlibatan mereka dalam konteks kasus tersebut meskipun bukan sebagai terdakwa.
SumberPublikasi rincian harta kekayaan calon bupati dalam rangka transparansi Pilkada Majalengka.
SumberKarna Sobahi dilaporkan memiliki kekayaan sebesar Rp 9,7 miliar, sementara pasangan Eman Suherman dan Dena Muhamad Ramdhan belum melaporkan kekayaan mereka.
SumberKarna-Koko menuduh mantan Sekda Eman Suherman terlibat dalam kasus korupsi pasar Cigasong, memaksa majelis hakim hadirkan mantan Sekda tersebut.
SumberDi Bawah Rata-rata
Banyak Kontroversi
3 kontroversi tercatat — rata-rata di Kepala Daerah adalah 0.5.
Di Bawah Rata-rata
Pemberitaan Bernada Negatif
38% dari 8 artikel teranalisis bernada negatif.
Catatan
Anggota Kepala Daerah
Salah satu dari 2607 anggota Kepala Daerah yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Barat
260 pejabat publik dari Provinsi Jawa Barat terindeks di platform.
Di Atas Rata-rata
Jaringan Luas
Terhubung dengan 10 pejabat lain dalam jaringan kolega.
Catatan
Lahir di Majalengka
6 pejabat publik lain juga lahir di Majalengka.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
18
artikel total · 5 bulan tercatat
11
media unik · dari 18 artikel
Liputan beragam · top 22%
Top 5 Media
Ketua PAC PDIP Sumberjaya Deklarasi Dukung Paslon Eman-Dena di 'Kandang' Cawabup Koko Suyoko - radarmajalengka.disway.id
Radar Majalengka · 17 November 2024
NegatifDeklarasi dukungan untuk lawan di 'kandang' Koko Suyoko menunjukkan kurangnya dukungan internal.
Sosok Karna Sobahi dan Koko Suyoko yang Maju Pilkada Kabupaten Majalengka 2024
BeritaSatu.com · 1 November 2024
NetralTeks hanya menyebut Sosok Karna Sobahi dan Koko Suyoko yang maju Pilkada, tanpa penilaian positif atau negatif.
Survei Beberkan Alasan Eman Suherman-Dena Muhamad Ungguli Karna Sobahi-Koko Suyoko Jelang Pilkada Majalengka 2024
Liputan6.com · 25 September 2024
NegatifSurvei menunjukkan pasangan Karna-Koko 'Ungguli' oleh pasangan lain, yang merupakan hasil kurang menguntungkan.
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
Korupsi Pasar Cigasong, Kuasa Hukum Karna-Koko Desak Majelis Hakim Hadirkan Mantan Sekda Eman Suherman
jabarekspres.com · 14 September 2024
NegatifKeterlibatan kuasa hukum Karna-Koko dalam kasus 'Korupsi Pasar Cigasong' menciptakan asosiasi negatif terhadap integritas mereka.