
Jabatan
Komisi VI - Kapoksi
Fraksi
Gerakan Indonesia Raya
Provinsi / Dapil
Jawa Timur
Periode
2024-2029
Kontak
KHILMI.DPRRIA373@GMAIL.COM
Artikel Terindeks
67
Kurang Meritokratis
Penilaian menunjukkan bahwa penempatan Bapak Khilmi sebagai anggota Komisi VI DPR RI kurang meritokratis. Latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis memiliki relevansi terbatas dengan tugas legislasi dan pengawasan di bidang industri, investasi, dan persaingan usaha. Pengalaman sebagai anggota DPR RI sebelumnya menjadi faktor pendukung, namun tidak cukup untuk menutupi kesenjangan relevansi.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan di STIE YAPAN Surabaya memberikan dasar pengetahuan di bidang ekonomi, namun kurang spesifik terkait bidang tugas Komisi VI DPR RI. Tidak ada indikasi pendidikan formal di bidang hukum, kebijakan publik, atau bidang teknis yang relevan dengan industri dan investasi.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai komisaris di beberapa perusahaan memberikan pemahaman tentang dunia bisnis, namun belum tentu mencerminkan pemahaman mendalam tentang regulasi, kebijakan publik, dan dinamika industri secara luas. Pengalaman sebagai anggota DPR RI selama dua periode merupakan nilai tambah karena memberikan pemahaman tentang proses legislasi dan pengawasan.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
DPR RI mencurigai adanya kepentingan tersembunyi di balik perpanjangan jabatan Kepala BP Batam.
SumberLegislator Gerindra meminta Kepala BP Batam segera mundur karena mangkir dari Rapat Dengar Pendapat (RDP).
SumberDPR menyindir Kepala BP Batam karena rangkap jabatan sebagai Wali Kota, yang menyebabkan anggaran dobel.
SumberKhilmi diduga mencatut nama PT Rapetu milik Gus Lilur dalam aktivitas pertambangan ilegal, yang menyebabkan Gus Lilur melaporkannya ke MKD.
SumberKhilmi menyatakan bahwa kasus Pertalite tercampur air di Jawa Timur hanyalah isu di media sosial.
SumberAnggota DPR RI Khilmi dituduh mencatut nama perusahaan tambang dalam dokumen resmi, yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dan berpotensi melanggar kode etik legislatif.
SumberAnggota DPR RI Khilmi dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh PT Rapetu, yang mengakibatkan dirinya terancam sanksi tegas berupa penonaktifan hingga pemecatan dari jabatannya.
SumberGus Lilur selaku owner PT Rapetu melaporkan Khilmi ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
SumberAnggota DPR RI Khilmi terancam dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi Disiplin (MKD) karena mencatut nama PT Gus Lilur.
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #309 dari 577 anggota DPR (skor 68).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
39% dari 49 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Fraksi Gerakan Indonesia Raya
Salah satu dari 86 anggota fraksi Gerakan Indonesia Raya di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Timur
255 pejabat publik dari Provinsi Jawa Timur terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
RRI.co.id memuat 13 artikel — paling banyak dari 64 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
189
artikel total · 109 bulan tercatat
95
media unik · dari 189 artikel
Liputan beragam · top 10%
Top 5 Media
KDKMP Jangan Jadi Sekadar Gerai, Khilmi Dorong Bisnis Berbasis Potensi Lokal
Gerindra · 31 Agustus 2026
NetralTeks membahas dukungan Khilmi terhadap bisnis lokal, bukan kebijakan politik atau integritas jabatannya
Khilmi Dorong KDKMP Miliki Model Bisnis Berbasis Potensi Desa
fraksi gerindra dpr-ri · 31 Agustus 2026
NetralTeks membahas model bisnis KDKMP berbasis potensi desa, bukan kinerja legislatif atau aspek Khilmi DPR
Khilmi: Roadmap Usaha Jadi Kunci Keberlanjutan Koperasi Merah Putih
Kosadata · 30 Agustus 2026
NetralTeks membahas roadmap usaha Cooperativa Merah Putih, bukan kinerja legislasi DPR
Khilmi: PT PAL Harus Jadi Tulang Punggung Kemandirian Industri Perkapalan Nasional
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
kabarpolitik.com · 27 Juli 2026
PositifPernyataan Khilmi mendukung kemandirian industri perkapalan nasional, terlihat dari frasa "harus jadi tulang punggung" yang bernada positif.