
Jabatan
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
—
Artikel Terindeks
211
Berdasarkan 211 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Kurang Meritokratis
Penilaian meritokrasi Kapitra Ampera terbatas karena kurangnya informasi mengenai jabatan yang diemban dan riwayat pekerjaan. Latar belakang pendidikan hukumnya relevan, namun pengalaman profesionalnya sulit dinilai tanpa informasi jabatan. Keterlibatan dalam organisasi menunjukkan aktivitas sosial dan intelektual, tetapi relevansinya terhadap jabatan tidak dapat dipastikan.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan hukum Kapitra Ampera, mulai dari Sarjana hingga Doktor Hukum, memberikan dasar pengetahuan yang kuat dalam bidang hukum. Ini relevan untuk berbagai posisi pemerintahan yang membutuhkan pemahaman hukum, regulasi, dan kebijakan publik.
Pengalaman Relevan
Riwayat pekerjaan tidak tersedia, sehingga sulit menilai relevansi pengalaman profesional. Pengalaman organisasi menunjukkan keterlibatan dalam kajian, advokasi, dan kegiatan sosial. Relevansi pengalaman organisasi sangat bergantung pada jabatan yang diemban.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Kapitra Ampera pernah menjadi pengacara Habib Rizieq, kemudian ditarik somasi dan dinyatakan tidak lagi menjadi pengacara Rizieq, menimbulkan tuduhan politik dan konflik kepentingan.
SumberKapitra Ampera yang sebelumnya dekat dengan PKS pindah ke PDIP, menimbulkan kekecewaan dari tokoh PKS dan kritik publik tentang loyalitas politik.
SumberIsu retaknya hubungan Kapitra Ampera dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dikaitkan dengan OTT KPK, meskipun dinyatakan mengada-ada.
SumberKapitra Ampera menyatakan keinginan menjadi Jaksa Agung, dianggap terlalu dini oleh PDIP dan menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan profesionalnya.
SumberKapitra Ampera dikritik karena gaya komunikasinya yang dianggap kasar dan tidak akademis, menimbulkan citra negatif di kalangan profesional.
SumberKapitra, mantan pengacara Rizieq, tampil dengan pakaian serba merah saat memberikan pembekalan kepada calon legislatif PDIP, menimbulkan sorotan publik dan pertanyaan mengenai motif politiknya.
SumberKapitra menyatakan bahwa Presiden Jokowi memiliki kemauan untuk menindaklanjuti keluhan yang diajukan oleh Partai Amanat Nasional (PA) 212, menimbulkan spekulasi politik terkait intervensi pemerintah.
SumberKapitra Ampera, yang dikenal sebagai pengacara Habib Rizieq Shihab, menjadi calon legislatif dari PDIP, yang menimbulkan kejutan dan pertanyaan.
SumberKapitra Ampera menantang Mahfud MD untuk membuka isi SMS terkait Ma'ruf Amin.
SumberCatatan
Pemberitaan Netral
Mayoritas (72%) dari 80 artikel bernada netral.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
detikNews memuat 24 artikel — paling banyak dari 34 media yang pernah meliput.
Di Atas Rata-rata
Jaringan Luas
Terhubung dengan 30 pejabat lain dalam jaringan kolega.
Dianalisis 11 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
318
artikel total · 114 bulan tercatat
80
media unik · dari 318 artikel
Liputan beragam · top 19%
Top 5 Media
Kapitra minta penanganan kasus Eks Jampidsus berpegang pada supremasi hukum
Elshinta · 27 Juli 2026
NetralTeks bersifat informatif tentang Kapitra yang "minta penanganan kasus" berpegang pada supremasi hukum.
Kapitra Sebut Kasus Eks Jampidsus Kejahatan di Atas Kejahatan
Rmol.id · 27 Juli 2026
NetralTeks hanya melaporkan pernyataan Kapitra tentang "kasus Eks Jampidsus", tanpa penilaian langsung pada dirinya.
Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede
Rmol.id · 26 Juli 2026
NegatifFrasa "Labeli ... Maling Gede" bernada menyerang dan menampilkan sikap kontroversial Kapitra Ampera.
Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede
Suara.com · 26 Juli 2026
NetralBerita ini בעיקר tentang pernyataan Kapitra soal Febrie Adriansyah, bukan penilaian langsung atas Kapitra.