
Jabatan
Calon Bupati Banyuwangi (Pilkada 2024)
Fraksi
Provinsi / Dapil
Jawa Timur
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
35
Berdasarkan 35 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Kurang Meritokratis
Penilaian meritokrasi Ibu Ipuk Fiestiandani Azwar Anas sebagai Calon Bupati Banyuwangi menunjukkan relevansi terbatas. Pendidikan terakhir di bidang M.KP menunjukkan kesesuaian dengan jabatan yang diemban, namun kurangnya informasi terkait riwayat pekerjaan dan organisasi menjadi kendala dalam penilaian yang komprehensif.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S2 (M.KP) di Universitas Airlangga Banyuwangi relevan dengan jabatan kepala daerah, memberikan bekal pengetahuan tentang kebijakan dan pembangunan daerah. Pendidikan S1 (S.Pd) kurang relevan secara langsung, namun dapat memberikan dasar dalam kemampuan komunikasi dan pengelolaan sumber daya manusia.
Pengalaman Relevan
Tidak tersedianya data riwayat pekerjaan dan organisasi menjadi kekurangan signifikan dalam menilai pengalaman yang relevan. Pengalaman sebelumnya dalam pemerintahan atau organisasi kemasyarakatan akan memperkuat penilaian meritokrasi.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Adanya perselisihan hasil pemilihan yang sempat dibawa ke Mahkamah Konstitusi sebelum akhirnya diputuskan tidak dilanjutkan.
SumberPublikasi mengenai nilai harta kekayaannya yang menjadikannya salah satu kepala daerah terkaya di Jawa Timur.
SumberPDI‑P memberikan rekomendasi kepada istri Bupati Azwar Anas untuk mencalonkan diri, menimbulkan dugaan praktik nepotisme dan penyalahgunaan jabatan.
SumberPenunjukan kepala daerah secara interim dianggap rawan politisasi birokrasi, menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi kepemimpinan Ipuk Fiestiandani.
SumberBerbagai laporan mengungkap kepemilikan aset tanah, mobil mewah, dan properti senilai miliaran rupiah, menimbulkan kecurigaan publik tentang potensi konflik kepentingan.
SumberPenunjukan Ipuk sebagai calon bupati didukung oleh partai-partai besar serta hubungannya dengan mantan Menpan RB menimbulkan persepsi nepotisme.
SumberBeberapa pihak menilai kepemimpinan Ipuk Fiestiandani berpotensi memperkuat jaringan politik keluarga, menimbulkan kekhawatiran tentang praktik dinasti dalam pemerintahan daerah.
SumberArtikel membahas harta kekayaan pasangan suami istri yang menjabat sebagai bupati Banyuwangi.
Sumberartikel membahas harta kekayaan Ipuk Fiestiandani yang menimbulkan pertanyaan mengenai sumber dan keterbukaan aset
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #1878 dari 2607 anggota Kepala Daerah (skor 50).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
40% dari 20 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Kepala Daerah
Salah satu dari 2607 anggota Kepala Daerah yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Timur
255 pejabat publik dari Provinsi Jawa Timur terindeks di platform.
Catatan
Lahir di Magelang
8 pejabat publik lain juga lahir di Magelang.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
96
artikel total · 101 bulan tercatat
54
media unik · dari 96 artikel
Liputan beragam · top 9%
Top 5 Media
Ipuk Fiestiandani: Pemkab Siap Dukung PCNU Banyuwangi, Kolaborasi Jadi Kunci Bangun Daerah
Radar Banyuwangi · 5 April 2026
PositifFrasa "Pemkab siap dukung" dan "kolaborasi jadi kunci bangun daerah" menunjukkan sikap positif dan kooperatif.
Ipuk Fiestiandani: Pemimpin Banyuwangi yang Rendah Hati, Inovatif, dan Berdedikasi
TIMES Indonesia · 10 September 2025
PositifAtribut 'Rendah Hati, Inovatif, dan Berdedikasi' adalah pujian yang sangat positif.
Diresmikan Bupati Ipuk, Kantor Kadin Banyuwangi Siap Menjadi Wadah Pusat Inkubasi Usaha Inovatif
TIMES Indonesia · 16 Juni 2025
PositifFrasa "siap menjadi wadah pusat inkubasi usaha inovatif" memberi kesan dukungan dan manfaat bagi daerah.
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Rekam Jejak Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi yang Dilantik Prabowo, Orang Asli Magelang
Tribunnews.com · 25 April 2025
NetralTeks membahas rekam jejak Ipuk Fiestiandani secara informatif tanpa penilaian emosi yang jelas.