
Jabatan
Komisi VIII - Anggota
Fraksi
Demokrasi Indonesia Perjuangan
Provinsi / Dapil
Jawa Timur
Periode
2024-2029
Kontak
inaammania09@gmail.com
Artikel Terindeks
130
Berdasarkan 130 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penempatan Ina Ammania sebagai anggota Komisi VIII DPR RI menunjukkan meritokrasi yang kurang. Latar belakang pendidikannya tidak secara langsung relevan dengan tugas komisi yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Pengalaman kerjanya lebih banyak di bidang produksi dan bisnis, sementara pengalaman organisasinya lebih relevan namun belum cukup kuat untuk menutupi kesenjangan tersebut.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta tidak spesifik disebutkan jurusannya, sehingga sulit menilai relevansinya secara pasti dengan bidang tugas di Komisi VIII. Tanpa informasi jurusan, sulit untuk menilai apakah pendidikannya mendukung pemahaman isu-isu agama, sosial, atau pemberdayaan perempuan.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai anggota DPR-RI sebelumnya dan keterlibatan dalam organisasi seperti Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia menunjukkan pengalaman di bidang legislasi dan isu perempuan. Namun, pengalaman di bidang produksi dan bisnis kurang relevan dengan tugas di Komisi VIII. Keterlibatan di partai politik juga memberikan pemahaman tentang kebijakan publik, tetapi perlu dipertimbangkan apakah pengalaman tersebut cukup untuk mengatasi kurangnya latar belakang yang relevan secara langsung.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Terdapat tuduhan bahwa Ina Ammania menyumbang Rp 2 miliar ke partai PDI-P, yang kemudian ia bantah.
SumberDPR menyoroti kasus daycare di Yogyakarta dan meminta evaluasi izin tempat titip anak, di mana Ina Ammania sebagai anggota Komisi VIII terlibat dalam diskusi.
SumberDPR menuntut hukuman berat dan audit total atas kasus kekerasan di daycare Yogyakarta, dengan peran anggota Komisi VIII termasuk Ina Ammania.
SumberKomisi VIII menyoroti pengurangan anggaran Kementerian PPPA yang dapat menghambat program-program perlindungan anak dan perempuan.
SumberAnggota DPR mengkritik Kementerian PPPA atas kematian anak SD di NTT, menuntut penyelidikan dan penegakan hukum.
SumberDPR menegaskan perlunya sistem perlindungan yang lebih kuat terhadap ancaman child grooming di lembaga pendidikan.
SumberIna Ammania membantah telah menyumbang Rp 2 Miliar ke partainya.
SumberIna Ammania meminta agar dana haji tidak diinvestasikan ke proyek jangka panjang.
SumberIna Ammania mengkritik Kementerian PPPA terkait tewasnya anak SD di NTT.
SumberIna Ammania meminta pelaku penganiayaan anak di daycare disanksi tegas dan dihukum berat.
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #338 dari 577 anggota DPR (skor 62).
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
41% dari 69 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan
Salah satu dari 110 anggota fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Timur
255 pejabat publik dari Provinsi Jawa Timur terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
gesuri.id memuat 19 artikel — paling banyak dari 31 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
176
artikel total · 151 bulan tercatat
62
media unik · dari 176 artikel
Liputan beragam · top 22%
Top 5 Media
Evaluasi dan Perbaikan DTSEN: Ina Ammania Soroti Ketidakakuratan Data Sosial di Indonesia
Hasanah.id · 27 Agustus 2026
NetralTeks membahas evaluasi dan perbaikan DTSEN serta menyoroti ketidakakuratan data sosial tanpa mengekspresikan pujian atau kritik terhadap Ina Ammania.
Ina Ammania Minta Pemerintah Percepat Verivali DTSEN agar Bansos Tak Salah Sasaran
Teropong News · 26 Agustus 2026
PositifIna Ammania meminta pemerintah mempercepat verifikasi data untuk mencegah salah sasaran Bansos
Ina Ammania Soroti Data Desil DTSEN yang Tak Akurat: Warga Miskin Bisa Kehilangan Bansos
Wartakotalive.com · 26 Agustus 2026
PositifIna Ammania menyoroti ketidakakuratan data desil yang bisa merugikan warga miskin
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
Ina Ammania Desak Pemerintah Benahi Data Bansos: Jangan Biarkan Desil DTSEN Merugikan Rakyat
gesuri.id · 26 Agustus 2026
PositifIna Ammania mengambil tindakan tegas mendorong perbaikan data Bansos demi kepentingan rakyat