
Jabatan
Sri Sultan Hamengkubuwana X
Fraksi
Provinsi / Dapil
—
Periode
—
Artikel Terindeks
248
Berdasarkan 248 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Meritokratis
Penilaian meritokrasi Hamengkubuwana X menunjukkan tingkat 'Meritokratis'. Latar belakang pendidikan di bidang Ketatanegaraan dan pengalaman di pemerintahan daerah memberikan dasar yang relevan. Namun, pengalaman di sektor swasta dan organisasi kurang relevan secara langsung dengan jabatan publiknya.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Ketatanegaraan di Universitas Gadjah Mada memberikan landasan teoritis yang relevan untuk peran sebagai pejabat publik, khususnya dalam konteks pemerintahan daerah.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai Ketua Tim Ahli Gubernur sangat relevan. Pengalaman di KADINDA dan organisasi lain kurang relevan langsung, tetapi menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan jaringan yang luas. Pengalaman di sektor swasta kurang relevan.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Sultan HB X memerintahkan penutupan daycare yang tidak memiliki izin setelah kasus kekerasan pada anak di Little Aresha, menimbulkan perdebatan tentang regulasi dan pengawasan fasilitas penitipan anak.
SumberTerungkap adanya dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha, Sultan HB X menegaskan tidak ada toleransi dan mengusut tuntas kasus tersebut, menimbulkan sorotan publik terhadap keamanan anak.
SumberSultan HB X menolak pemotongan Dana Keistimewaan menjadi Rp 500 Miliar.
SumberGubernur DIY mengingatkan warga Gunungkidul agar tidak menggadaikan atau menjual tanah setelah 128 warga menerima sertifikat hak milik, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi spekulasi properti.
SumberSri Sultan memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat terkait rencana pemotongan tunjangan karyawan daerah, menilai hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesejahteraan pegawai negeri di daerah.
SumberKonflik internal di Keraton Yogyakarta yang berujung pada pemberhentian dua adik Sultan HB X dari jabatan mereka.
SumberSultan HB X menyampaikan harapan agar demonstrasi yang berakhir ricuh di Polda DIY dapat segera selesai dan situasi kembali kondusif.
SumberSultan HB X memberhentikan dua adiknya, GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat, dari jabatan di Keraton Yogyakarta. Isu ini berkaitan dengan Sabdatama dan Sabdaraja yang mengubah gelar Sultan dan membuka kemungkinan suksesi perempuan.
SumberPernyataan Sultan HB X dan Sabdatama/Sabdaraja memicu spekulasi bahwa GKR Mangkubumi akan menjadi Sultanah pertama Yogyakarta, yang merupakan perubahan signifikan dalam tradisi keraton dan menimbulkan perdebatan.
SumberMobil Sultan HB X, yang dikenal tidak menggunakan patwal, disalip oleh rombongan kendaraan lain yang menggunakan patwal saat berhenti di lampu merah, memicu perbincangan tentang etika berkendara pejabat.
SumberDi Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
58% dari 98 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Kompas.com memuat 14 artikel — paling banyak dari 46 media yang pernah meliput.
Catatan
Lahir di Yogyakarta, Indonesia
3 pejabat publik lain juga lahir di Yogyakarta, Indonesia.
Dianalisis 11 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
296
artikel total · 169 bulan tercatat
98
media unik · dari 296 artikel
Liputan beragam · top 14%
Top 5 Media
Awal Mula Terungkapnya Sultan HB X Jadi Korban Rekayasa AI
detikcom · 23 Juli 2026
NegatifFrasa "jadi korban rekayasa AI" menunjukkan dampak merugikan terhadap Sultan HB X.
Menkeu dan Sultan HB X Luncurkan 80 Unit Bekalista, Jadi Ikon Wisata Baru di Yogyakarta
republika.co.id · 17 Juli 2026
PositifTeks menyorot peluncuran "ikon wisata baru" bersama Sultan HB X, yang bernuansa apresiatif dan positif.
Sanggar Sangkerta Lahir Bersamaan Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwana X
fornews.co · 13 Juli 2026
NetralTeks membahas lahirnya Sanggar Sangkerta bersamaan dengan jumenengan Sultan, bukan opini tentang Sultan.
Ketika Sultan Hamengku Buwono X Kunjungi Sragen dan Cuci Muka di Sendang
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
detikTravel · 12 Juli 2026
NetralTeks hanya membahas kunjungan Sultan Hamengku Buwono X ke Sragen, tanpa penilaian positif atau negatif.