
Jabatan
Komisi X - Anggota
Fraksi
Golongan Karya
Provinsi / Dapil
Jawa Tengah
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
165
Berdasarkan 165 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada negatif. AI mengidentifikasi 30 isu atau kontroversi yang menjadi dasar penilaian ini.
Tidak Meritokratis
Penempatan H. ASHRAFF ABU, S.H. sebagai anggota Komisi X DPR RI kurang meritokratis. Latar belakang pendidikan dan pengalaman pekerjaan yang tersedia tidak relevan dengan tugas dan fungsi komisi yang membidangi pendidikan, olahraga, dan sejarah. Riwayat organisasi menunjukkan keterlibatan di tingkat daerah, namun tidak secara langsung mendukung keahlian di bidang yang relevan dengan Komisi X.
Kesesuaian Pendidikan
Riwayat pendidikan yang tercatat tidak menunjukkan adanya relevansi dengan bidang tugas Komisi X DPR RI. Informasi mengenai gelar S.H. (Sarjana Hukum) tidak memberikan detail mengenai spesialisasi atau pengalaman yang mendukung keahlian di bidang pendidikan, olahraga, atau sejarah.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai seniman selama lebih dari tiga dekade tidak relevan dengan bidang tugas Komisi X. Jabatan sebagai Ketua di DEKRANASDA dan BAPERA di tingkat kabupaten menunjukkan pengalaman organisasi, tetapi tidak secara langsung terkait dengan isu-isu yang ditangani oleh Komisi X di tingkat nasional.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Dugaan aliran dana korupsi sebesar Rp1,1 miliar dari proyek pengadaan di Pekalongan ke rekening suami, Ashraff Abu.
SumberKekayaan Ashraff Abu tercatat Rp1,1 miliar dari proyek pengadaan jasa di pemerintah daerah Pekalongan.
SumberKPK menelusuri peran Ashraff Abu di PT RNB, termasuk jejak saham dan aliran dana yang terungkap dalam kasus korupsi Fadia Arafiq.
SumberKPK mengungkap aliran dana korupsi dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke akun Ashraff Abu dan anaknya, dengan jumlah mencapai miliaran rupiah.
SumberKPK melakukan pemeriksaan terhadap Ashraff Abu dan anaknya terkait dugaan penerimaan dana korupsi, menimbulkan tekanan hukum dan reputasi.
SumberKPK menuduh PT RNB dimiliki oleh keluarga Fadia Arafiq, dengan Ashraff Abu terlibat sebagai komisaris, menimbulkan tuduhan konflik kepentingan.
SumberMedia melaporkan kekayaan Ashraff Abu mencapai puluhan miliar rupiah, menimbulkan kritik publik atas ketidaksesuaian antara penghasilan resmi dan kekayaan.
SumberDikabarkan Ashraff Abu dan keluarganya menerima dana sebesar Rp1,1 miliar dari proyek Ordal di Pekalongan
SumberKPK mengungkap bahwa suami dan anak Ashraff Abu menerima uang korupsi hingga Rp13,7 miliar
SumberKPK meneliti dugaan aliran dana korupsi proyek pengadaan di Pemkab Pekalongan yang melibatkan Ashraff Abu
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #352 dari 577 anggota DPR (skor 58).
Di Bawah Rata-rata
Pemberitaan Bernada Negatif
46% dari 123 artikel teranalisis bernada negatif.
Catatan
Anggota Fraksi Golongan Karya
Salah satu dari 101 anggota fraksi Golongan Karya di seluruh lembaga publik.
Catatan
Anggota DPR
Salah satu dari 577 anggota DPR yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Tengah
234 pejabat publik dari Provinsi Jawa Tengah terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
MSN memuat 8 artikel — paling banyak dari 89 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
239
artikel total · 60 bulan tercatat
119
media unik · dari 239 artikel
Liputan beragam · top 6%
Top 5 Media
KPK Periksa Anggota DPR Ashraff Abu, Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
tarungnews.com · 1 Mei 2026
NetralDiperiksa KPK, Anggota DPR Ashraff Abu Bungkam: Terseret Kasus Korupsi Proyek Rp46 M di Pekalongan - Balpos
Balpos · 1 Mei 2026
NegatifTeks menyebutkan Ashraff Abu diperiksa KPK terkait kasus korupsi.
Apa Peran Ashraff Abu dalam Kasus Korupsi Istrinya, Fadia Arafiq? Ini Jawaban KPK
Inilahjateng · 30 April 2026
NetralKPK Dalami Peran Ashraff Abu Sebagai Komisaris Perusahaan Fadia Arafiq
koransn.com · 30 April 2026
Topik Utama
Isu Teridentifikasi
↓ Lihat detail kontroversi di bawah
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Teks menyebutkan KPK mendalami peran Ashraff Abu, mengindikasikan potensi masalah.