
Jabatan
Calon Wakil Bupati Sukabumi (Pilkada 2024)
Fraksi
Provinsi / Dapil
Jawa Barat
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
37
Berdasarkan 37 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Kategori Pemberitaan
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Kurang Meritokratis
Berdasarkan data yang tersedia, H. Andreas memiliki latar belakang pendidikan yang umum dan pengalaman organisasi yang beragam, namun kurang relevan secara langsung dengan tugas-tugas pemerintahan daerah. Pengalaman sebagai pengusaha dan keterlibatan dalam organisasi kemasyarakatan memberikan nilai tambah, tetapi tidak cukup untuk menutupi kurangnya pengalaman di sektor publik atau pemerintahan.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S.E. (Sarjana Ekonomi) relevan secara umum dengan pengelolaan keuangan daerah, namun tidak secara spesifik mempersiapkan untuk kompleksitas tugas seorang Wakil Bupati. Tidak ada indikasi pendidikan lanjutan di bidang pemerintahan atau kebijakan publik.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai pengusaha dapat memberikan wawasan tentang ekonomi lokal, namun kurangnya pengalaman langsung dalam pemerintahan atau pelayanan publik menjadi kekurangan. Keterlibatan dalam organisasi seperti APERSI dan PERBUMUS menunjukkan pemahaman tentang isu-isu pembangunan, namun peran-peran tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan pengambilan kebijakan publik.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Terjadi perdebatan publik mengenai perbandingan kekayaan calon wakil bupati Andreas dengan Zainul, menimbulkan sorotan media tentang transparansi keuangan calon pejabat.
SumberPostingan ajakan ngopi di media sosial oleh Wakil Bupati Andreas pada hari pertama setelah Lebaran menjadi sorotan warganet dan menimbulkan perdebatan ringan tentang etika pejabat publik.
SumberBeberapa pejabat eselon II di OPD Pemko Medan belum ditetapkan secara definitif, menimbulkan kritik atas lambatnya proses birokrasi.
SumberAndreas (PDIP) menolak usulan pilkada yang dipilih melalui DPRD, menganggapnya melanggar UUD 1945 dan hak demokrasi rakyat.
SumberWabup Andreas bersama Kepala BPKAD mengomentari wacana penggabungan wilayah, menimbulkan perdebatan politik lokal.
SumberTiga bupati di Jawa Tengah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK karena diduga melakukan korupsi terkait upaya cepat mengembalikan modal daerah.
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #871 dari 2607 anggota Kepala Daerah (skor 55).
Catatan
Pemberitaan Netral
Mayoritas (77%) dari 22 artikel bernada netral.
Catatan
Anggota Kepala Daerah
Salah satu dari 2607 anggota Kepala Daerah yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Barat
260 pejabat publik dari Provinsi Jawa Barat terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Sukabumi Update memuat 12 artikel — paling banyak dari 42 media yang pernah meliput.
Catatan
Lahir di Bogor
23 pejabat publik lain juga lahir di Bogor.
Dianalisis 10 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
146
artikel total · 180 bulan tercatat
79
media unik · dari 146 artikel
Liputan beragam · top 12%
Top 5 Media
KPU tetapkan Asjap dan Andreas jadi kepala daerah terpilih Sukabumi
ANTARA News Jawa Barat · 7 Februari 2025
NetralPernyataan faktual tentang penetapan Andreas sebagai kepala daerah terpilih
KPU Sukabumi tetapkan Asjap-Andreas sebagai kepala daerah terpilih
ANTARA News Megapolitan · 7 Februari 2025
NetralTeks netral karena melaporkan penetapan kepala daerah terpilih.
Asep Japar – Andreas Ditetapkan KPU Jadi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, Dilantik 20 Februari
Radar Sukabumi · 6 Februari 2025
NetralTeks memberitakan penetapan dan pelantikan Asep Japar – Andreas oleh KPU.
Hasil Pilbup Sukabumi 2024: Asep Japar-Andreas Unggul
Dianalisis 11 Mei 2026
detikcom · 8 Desember 2024
PositifIstilah 'Unggul' mengekspresikan penilaian positif terhadap Andreas