
Jabatan
Calon Gubernur Riau (Pilkada 2024)
Fraksi
Provinsi / Dapil
Riau
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
162
Berdasarkan 162 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada negatif. AI mengidentifikasi 39 isu atau kontroversi yang menjadi dasar penilaian ini.
Meritokratis
Berdasarkan data yang tersedia, H. Abdul Wahid menunjukkan tingkat meritokrasi yang cukup baik sebagai calon Gubernur Riau. Pengalaman sebagai anggota DPR RI dan keterlibatan dalam berbagai organisasi kemasyarakatan memberikan pemahaman tentang isu-isu publik dan kepemimpinan, meskipun data riwayat pekerjaan sebelumnya tidak tersedia.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S.Pd.I dan M.Si relevan dengan pemahaman isu-isu sosial, keagamaan, dan pemerintahan. Gelar M.Si menunjukkan pemahaman tentang manajemen dan kebijakan publik yang berguna dalam menjalankan pemerintahan daerah.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai anggota DPR RI sangat relevan karena memberikan pemahaman tentang proses legislasi, pengawasan, dan anggaran. Keterlibatan dalam organisasi seperti NU dan Masyarakat Ekonomi Syariah menunjukkan pemahaman tentang isu-isu sosial, keagamaan, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat Riau.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 9 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Dilaporkan terjadi lima hingga sepuluh kali pergeseran anggaran APBD Riau senilai total sekitar Rp9,5 triliun yang diduga melanggar regulasi.
SumberPejabat Dinas PUPR-PPKP Riau diduga menerima uang jatah preman hingga Rp300 juta per UPT, termasuk kepala UPT yang menyetor Rp700 juta.
SumberAbdul Wahid ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan pemerasan proyek hingga nilai Rp3,55 miliar dan permintaan jatah 2,5% dari proyek.
SumberBeberapa ajudan gubernur, termasuk ajudan keempat, masuk dalam daftar tersangka KPK terkait kasus korupsi dan jatah preman.
SumberDilaporkan Abdul Wahid sempat melarikan diri dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK sebelum akhirnya kembali ditangkap.
SumberKPK mengungkap peran Marjani yang membantu Gubernur Abdul Wahid melakukan pemerasan terhadap pihak lain.
SumberKPK melakukan operasi OTT yang menjerat Gubernur Abdul Wahid serta sejumlah pejabat lainnya dalam dugaan korupsi di Dinas PUPR.
SumberAbdul Wahid membantah tuduhan KPK dengan menyatakan uang yang disita berasal dari sumber lain dan CCTV sudah rusak.
SumberAdanya kecurigaan dan pemeriksaan oleh KPK terkait keterlibatan Abdul Wahid dalam kasus hukum yang sedang berjalan.
SumberKPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan penggunaan jabatan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
SumberDi Atas Rata-rata
Sorotan Media Tinggi
Diliput 191% lebih banyak dari rata-rata anggota Kepala Daerah.
Di Bawah Rata-rata
Banyak Kontroversi
5 kontroversi tercatat — rata-rata di Kepala Daerah adalah 0.5.
Di Bawah Rata-rata
Pemberitaan Bernada Negatif
75% dari 36 artikel teranalisis bernada negatif.
Catatan
Anggota Kepala Daerah
Salah satu dari 2607 anggota Kepala Daerah yang terindeks.
Catatan
Mewakili Riau
97 pejabat publik dari Provinsi Riau terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
CAKAPLAH.com memuat 17 artikel — paling banyak dari 42 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
275
artikel total · 18 bulan tercatat
85
media unik · dari 275 artikel
Liputan beragam · top 13%
Top 5 Media
Jaksa Tuntut Gubri Nonaktif Abdul Wahid Hukuman 8,5 Tahun Penjara Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update
spiritriau.com · 9 Juli 2026
NegatifTeks kembali menyorot tuntutan "hukuman 8,5 tahun penjara" yang bernada negatif.
Jaksa Tuntut Gubri Nonaktif Abdul Wahid Hukuman 8,5 Tahun Penjara
riaupembaruan.com · 9 Juli 2026
Negatif"Hukuman 8,5 tahun penjara" adalah kabar yang sangat merugikan Abdul Wahid.
JPU KPK Sebut Abdul Wahid Salahgunakan Wewenang Gubernur, Terima Rp2,4 Miliar
CAKAPLAH.com · 9 Juli 2026
NegatifTeks menyorot dugaan penyalahgunaan wewenang dan menerima Rp2,4 miliar, yang bernada sangat negatif.
Jaksa Tuntut Gubri Nonaktif Abdul Wahid Hukuman 8,5 Tahun Penjara
Isu Teridentifikasi
↓ Lihat detail kontroversi di bawah
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
RIAUTERKINI.COM · 9 Juli 2026
NegatifTeks menyebut tuntutan hukuman 8,5 tahun penjara, jelas menunjukkan sentimen negatif.