
Jabatan
Calon Bupati Sleman (Pilkada 2024)
Fraksi
Provinsi / Dapil
Daerah Istimewa Yogyakarta
Periode
2024-2029
Artikel Terindeks
37
Berdasarkan 37 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung netral atau berimbang — tidak dominan positif maupun negatif.
Topik Utama
Meritokratis
Penilaian meritokrasi Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo sebagai Calon Bupati Sleman menunjukkan tingkat meritokratis yang cukup baik. Pengalaman sebagai Bupati Sleman sebelumnya menjadi nilai tambah signifikan. Namun, kurangnya informasi detail mengenai riwayat pekerjaan sebelum menjabat menjadi Bupati menjadi keterbatasan dalam penilaian.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S1 Perbandingan Agama mungkin tidak secara langsung relevan dengan jabatan Bupati, namun pendidikan tinggi tetap memberikan landasan berpikir yang sistematis. Pendidikan D3 Ushuluddin juga memberikan dasar pengetahuan agama yang mungkin relevan dalam konteks sosial budaya Sleman.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai Bupati Sleman (2020-2024) sangat relevan dengan posisi yang dilamar. Pengalaman organisasi, terutama sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Sleman, memberikan pemahaman tentang isu-isu lokal dan kemampuan manajerial yang dibutuhkan.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Kustini dan Danang disebut dalam dakwaan terkait kasus dugaan korupsi hibah pariwisata.
SumberTerungkap di persidangan bahwa tim Kustini meminta pungutan sebesar 10 persen dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) penerima hibah pariwisata.
SumberPembangunan fasilitas kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman menjadi sorotan publik dan BPK.
SumberRencana Kustini Sri Purnomo untuk membeli bekas mobil dinas yang masih menunggu fatwa dari Kemendagri.
SumberTerdapat ratusan ton sampah yang belum terkelola, sehingga Bupati mendesak Sekda baru untuk segera menangani masalah tersebut.
SumberKustini, mantan Bupati Sleman, disebut dalam dua kasus korupsi yang sedang diselidiki, sehingga jaksa menuntut agar segera diperiksa.
SumberDana hibah pariwisata Sleman diduga digunakan untuk memenangkan Kustini dan Danang pada Pilkada 2020.
SumberKeberadaan kolam renang di rumah dinas Bupati Sleman menuai sorotan.
SumberKustini disebut dalam dua perkara korupsi di Sleman dan didesak untuk diperiksa.
SumberDi Bawah Rata-rata
Banyak Kontroversi
2 kontroversi tercatat — rata-rata di Kepala Daerah adalah 0.5.
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
46% dari 13 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Kepala Daerah
Salah satu dari 2607 anggota Kepala Daerah yang terindeks.
Catatan
Mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta
35 pejabat publik dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Tribunjogja.com memuat 5 artikel — paling banyak dari 26 media yang pernah meliput.
Catatan
Lahir di Jepara
6 pejabat publik lain juga lahir di Jepara.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
116
artikel total · 76 bulan tercatat
44
media unik · dari 116 artikel
Liputan beragam · top 9%
Top 5 Media
Partai Gerindra Sleman Mulai Buka Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah, Kustini dan Harda Kiswaya Berpotensi Merapat
Radar Jogja · 17 Mei 2026
NetralBerita menyebutkan potensi Kustini tanpa menilai positif atau negatif
Dana Kampanye Harda Kiswaya – Danang Maharsa Capai Rp 2,6 Miliar, Ungguli Kustini-Sukamto di Pilkada Sleman 2024
Radar Jogja · 15 April 2026
NegatifMenyatakan bahwa dana kampanye Harda ungguli Kustini, menonjolkan kelemahan Kustini
Bekas Mobil Dinas Akan Dibeli Kustini Sri Purnomo, BKAD Sleman Masih Tunggu Fatwa Kemendagri
Radar Jogja · 13 April 2026
NetralTeks ini melaporkan niat pembelian mobil dinas bekas oleh Kustini secara faktual tanpa evaluasi positif atau negatif.
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Terungkap di Sidang, Tim Kustini Minta Fee 10 Persen dari Pokdarwis - Suara Merdeka Kedu
Suara Merdeka Kedu · 12 Februari 2026
NegatifTim Kustini terungkap meminta fee 10 persen yang menunjukkan indikasi pelanggaran etika atau hukum.