
KULON PROGO, 2 Februari 1970
Jabatan
Bupati Kulon Progo
Fraksi
Provinsi / Dapil
Daerah Istimewa Yogyakarta
Periode
2025-2030
Artikel Terindeks
128
Berdasarkan 128 artikel
Pemberitaan media tentang pejabat ini cenderung bernada positif — meliputi pencapaian, kebijakan pro-rakyat, atau kontribusi yang diapresiasi publik.
Kurang Meritokratis
Penempatan Dr. R. Agung Setyawan sebagai Bupati Kulon Progo menunjukkan meritokrasi yang kurang memadai. Meskipun memiliki pendidikan tinggi, pengalaman kerjanya sebagai direktur CV kurang relevan dengan jabatan pemerintahan. Keaktifan dalam organisasi lokal memberikan nilai tambah, namun tidak cukup mengkompensasi kurangnya pengalaman di sektor publik.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan S2 dan S3 relevan dengan pengembangan daerah dan tata kelola pemerintahan, namun gelar S1 tidak disebutkan sehingga sulit menilai relevansi secara keseluruhan. Gelar M.M. dari Universitas Janabadra Yogyakarta dapat mendukung kemampuan manajerial.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai direktur CV tidak secara langsung relevan dengan tugas dan tanggung jawab seorang bupati. Keaktifan dalam organisasi seperti BPD Gapensi dan KADIN memberikan pemahaman tentang dinamika bisnis dan pembangunan di Kulon Progo, namun belum cukup untuk menggantikan pengalaman di pemerintahan.
Faktor Pendukung
Faktor Pengurang
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Kritik terkait penggunaan simbol geblek renteng yang dipertahankan oleh bupati, dianggap tidak relevan dan memicu kontroversi.
SumberKritik dari politisi PDIP atas prestasi minim dan banyaknya kontroversi di sekitar pemerintahan.
SumberPenurunan dana transfer dari pusat yang memaksa Pemkab Kulon Progo menyesuaikan anggaran dan program.
SumberProses lelang jabatan di Pemkab Kulon Progo menghasilkan pejabat yang dinilai tidak memiliki rekam jejak yang relevan di instansi terkait.
SumberSorotan publik terhadap rincian kekayaan Bupati yang mencapai lebih dari Rp30 miliar, menjadikannya bupati terkaya di Yogyakarta.
SumberKebijakan Bupati Agung Setyawan yang memaksa ASN memakai seragam biru namun menuntut mereka membeli seragam tersebut secara pribadi dianggap melanggar Permendagri tentang seragam pegawai negeri.
SumberBupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mempertanyakan instruksi penghapusan Geblek Renteng. Penghapusan juga termasuk makanan dan minuman rapat.
SumberBupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengaku diperintah langsung oleh Gubernur DIY, HB X, untuk menghapus Batik Geblek Renteng.
SumberHarga tanah di Kulon Progo dinilai tidak ramah bagi investor, sehingga memengaruhi minat investasi di daerah tersebut.
SumberBupati Agung Setyawan menghapus Batik Geblek Renteng sebagai identitas daerah dan menggantinya dengan batik baru (Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoraharjo). Kebijakan ini dipertanyakan oleh publik dan mantan wakil bupati, Fajar Gegana, yang menyebut kemungkinan adanya unsur politis dan pemborosan anggaran. Bupati mengaku diperintah langsung oleh Gubernur DIY HB X.
SumberCatatan
Skor Merit Sedang
Peringkat #66 dari 200 anggota Pemerintah Kabupaten (skor 55).
Di Bawah Rata-rata
Banyak Kontroversi
3 kontroversi tercatat — rata-rata di Pemerintah Kabupaten adalah 1.1.
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
33% dari 43 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota Pemerintah Kabupaten
Salah satu dari 232 anggota Pemerintah Kabupaten yang terindeks.
Catatan
Mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta
35 pejabat publik dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Radar Jogja memuat 8 artikel — paling banyak dari 16 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
227
artikel total · 79 bulan tercatat
41
media unik · dari 227 artikel
Liputan beragam · top 34%
Top 5 Media
Pemkab Kulon Progo komitmen tidak ada pemecatan PPPK di tengah kontrak
ANTARA News · 10 Agustus 2026
PositifNada positif karena frasa "komitmen tidak ada pemecatan PPPK" menunjukkan sikap melindungi pegawai.
Pelantikan Pejabat Baru di Pemkab Kulon Progo, Bupati Dorong Budaya Kerja Berorientasi Hasil dan Inovatif - Pojok Malioboro
Pojok Malioboro · 9 Juli 2026
PositifFrasa "dorong budaya kerja berorientasi hasil dan inovatif" menampilkan langkah kepemimpinan yang positif.
Pemkab dan Kantor Pertanahan Kulon Progo Sinkronkan Data Tanah-Pajak untuk Perkuat Pendapatan Daerah - Berita DIY
beritadiy.pikiran-rakyat.com · 24 Juni 2026
PositifKata "sinkronkan data" dan "untuk perkuat pendapatan daerah" menunjukkan langkah yang positif.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
Dianalisis 11 Mei 2026
Upaya Pemkab Kulon Progo Menarik Investor Terkendala, RDTR Belum Sinkron dengan OSS
Radar Jogja · 23 Juni 2026
NegatifFrasa "terkendala" dan "belum sinkron" menandakan hambatan dalam upaya Pemkab menarik investor.