
Jabatan
Anggota DPD RI
Fraksi
Provinsi / Dapil
Jawa Barat
Periode
2024-2029
Kontak
alfiansyahkomeng@dpd.go.id
Artikel Terindeks
253
Kurang Meritokratis
Penempatan Alfiansyah Komeng sebagai Anggota DPD RI kurang meritokratis. Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang bersangkutan memiliki relevansi yang terbatas dengan tugas dan fungsi legislatif di DPD. Keterbatasan data riwayat organisasi dan penghargaan juga menyulitkan penilaian yang lebih komprehensif.
Kesesuaian Pendidikan
Pendidikan Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana memiliki relevansi yang terbatas dengan tugas legislatif di DPD. Meskipun pemahaman manajemen dapat berguna dalam pengelolaan organisasi, substansi tugas DPD lebih terkait dengan hukum, kebijakan publik, dan isu-isu daerah.
Pengalaman Relevan
Pengalaman sebagai seniman komedi tidak secara langsung relevan dengan tugas legislatif dan representasi daerah di DPD. Pengalaman ini mungkin memberikan kemampuan komunikasi yang baik, tetapi kurang memberikan pemahaman mendalam tentang isu-isu hukum, politik, dan sosial yang menjadi fokus DPD.
Faktor Pengurang
Dianalisis 11 Mei 2026
Daftar Lengkap
Tanpa Periode
Komeng mengklarifikasi polemik penempatan di Komite II DPD
SumberKontroversi terkait tuduhan bahwa Komeng meruntuhkan marwah dan martabat DPD RI sebagai lembaga perwakilan
SumberKomeng muncul dalam foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan namanya pada surat suara DPD RI, menimbulkan dugaan manipulasi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap proses pemilihan.
SumberSenator Yulianus Henock menyatakan sesal atas pernyataan Komeng yang menyebutkan bahwa anggota DPD harus menguasai banyak persoalan, dianggap menjelekkan fungsi DPD.
SumberKomeng mengkritik deforestasi yang mengancam hutan adat di Jawa Barat dan meminta intervensi Menhut.
SumberKomeng menyamakan proses pencalonan legislatif dengan pernikahan, menimbulkan kecaman publik.
SumberMedia menyoroti pernyataan Taj Yasin dan La Nyalla yang menganggap diri lebih unggul dibandingkan Komeng di DPD Pulau Jawa.
SumberDi Atas Rata-rata
Sorotan Media Tinggi
Diliput 204% lebih banyak dari rata-rata anggota DPD.
Di Bawah Rata-rata
Banyak Kontroversi
4 kontroversi tercatat — rata-rata di DPD adalah 1.1.
Di Atas Rata-rata
Pemberitaan Bernada Positif
60% dari 98 artikel teranalisis bernada positif.
Catatan
Anggota DPD
Salah satu dari 150 anggota DPD yang terindeks.
Catatan
Mewakili Jawa Barat
260 pejabat publik dari Provinsi Jawa Barat terindeks di platform.
Catatan
Media Paling Sering Meliput
Tempo.co memuat 17 artikel — paling banyak dari 42 media yang pernah meliput.
Dianalisis 9 Mei 2026 · agregasi statistik dari rekan satu lembaga
366
artikel total · 40 bulan tercatat
126
media unik · dari 366 artikel
Liputan beragam · top 7%
Top 5 Media
Komeng Sentil Program MBG dan Kopdes
putraindonews.com · 15 Agustus 2026
NetralTeks hanya menyinggung Komeng menyentil program MBG dan Kopdes, tanpa konteks cukup untuk menilai sentimen terhadap kinerjanya secara jelas.
Komeng Sebut MBG Bagus, tapi "Pembantu" Prabowo Kerjanya Enggak Benar
Kompas.com · 14 Agustus 2026
NegatifTeks menyoroti kritik Komeng terhadap kinerja 'pembantu' Prabowo yang disebut 'kerjanya enggak benar', menyiratkan penilaian negatif terhadap kinerja individu di lingkup pemerintahan/kebijakan.
Komeng Dukung Bang Azran Pimpin FORKABI: Memajukan Budaya Betawi adalah Amanat Konstitusi
Poskotaonline · 26 Juli 2026
PositifFrasa 'Komeng Dukung' dan 'Memajukan Budaya Betawi adalah Amanat Konstitusi' menunjukkan sikap politik positif dalam mendukung pelestarian budaya Betawi.
Topik Utama
Dianalisis oleh AI · Data diperbarui secara berkala
FORKABI Mendapat Kehormatan, Dudung Abdurachman, Tommy Soeharto, Komeng hingga Tokoh Nasional
Gerbang Patriot · 23 Juli 2026
NetralTeks membahas acara FORKABI dan tokoh nasional, bukan Alfiansyah Komeng DPD secara langsung